Ramai-ramai Borong Komputer

radarsemarang 25-03-15 14:50 nasional

TEMANGGUNGSejumlah sekolah di wilayah Temanggung yang ditunjuk menyelenggarakan ujian nasional (unas) online, harus mengeluarkan uang hingga ratusan juta. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi untuk pengadaan sarana pra-sarana dalam pelaksanaan unas online. Kepala SMK 17 Temanggung Susi Bintoro mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah mengeluarkan dana sebesar Rp 70 juta. Dana tersebut untuk menambah sarana dan prasarana guna keperluan penyelenggaraan unas online. Anggaran Rp 70 juta untuk pengadaan tiga server, menambah tujuh unit komputer baru, serta pemasangan kabel. SMK 17 saat ini telah memiliki 93 unit komputer. Untuk 177 peserta unas online, kata Pak Binsapaan intimnyapihaknya telah menyiapkan tiga ruangan kelas. Tiap ruangan berisi 20 komputer inti, serta dua komputer cadangan. Totalnya ada 66 unit komputer untuk unas online. Kami juga masih memerlukan anggaran untuk menambah kuota internet. Kebutuhan harian kita biasanya 2 MB, lalu untuk unas nanti akan kita tambah 20 MB. Kita juga harus menginstal 66 komputer yang akan digunakan untuk unas, karena semua programnya harus dikosongkan terlebih dulu. Hingga hari H pelaksanaan unas online, kata dia, diperkirakan bakal menelan anggaran lebih dari Rp 100 juta. Dana tersebut diambil dari dana Komite Sekolah. Anggaran itu, ia akui tergolong besar. Namun, ia menganggap hal itu sebagai investasi awal. Ia berharap, semua sarana prasarana yang ada masih bisa digunakan pada unas tahun-tahun berikutnya. Untungnya kami sudah memiliki genset dan kami sudah memiliki banyak komputer. Sehingga pengeluaran untuk pengadaan sarpras, bisa lebih hemat. Anggaran cukup besar untuk pengadaan sarpras unas online, juga dikeluarkan oleh SMK Swadaya Temanggung. Kepala SMK Swadaya Muhasyim mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan anggaran Rp 52 juta dari dana BOS dan dana Komite Sekolah. Duit sebanyak itu untuk pengadaan enam server dan cadangan ram. Kami sudah memiliki genset dan untuk menginstal komputer. Kami lakukan sendiri, sehingga pengeluaran bisa lebih hemat, kata Muhasyim. Jumlah peserta unas di SMK Swadaya ada 392 orang. Mereka akan dibagi dalam enam ruangan. Komputer yang dimiliki sekolah ini ada 158 unit. Sedangkan yang digunakan untuk unas online, seharusnya 131 unit, dengan cadangan minimal lima komputer di satu ruangan. Persiapan kita sudah 90 persen lebih. Jadi tinggal diujicobakan pada siswa saja nanti setelah selesai ujian sekolah, katanya. Kepala SMKN 1 Kabupaten Temanggung, Purwono, mengatakan, karena kesulitan dana, pihaknya terpaksa menggunakan dana Komite Sekolah untuk melengkapi kebutuhan unas online. Alasannya, pihak sekolah tidak berani menggunakan dana BOS untuk keperluan tersebut. Sebelumnya memang sudah ada pembicaraan mengenai hal ini lebih dulu dan penggunaan dana tersebut sudah mendapat persetujuan dari Komite Sekolah, kata Purwono. (mg3/isk)