Dua A‎lat Berat Berat Bersihkan Material Longsoran di Bahu Jalan Raya Semarang - Jogja

tribunnews 11-02-19 19:13 nasional

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG -- Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantuan (SKPD TP) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah (Jateng), menerjunkan dua alat berat serta tiga truk, guna membersihkan longsor di bahu Jalan Raya Semarang - Jogja, Km 53.600, turut Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat, Senin (11/2). Seusai terus-terusan diguyur hujan deras, Minggu (10/2) kemarin, tebing setinggi kurang lebih 15 meter dan panjang sekitar 20 meter, yang ada di pinggir jalan tersebut longsor. Seorang warga sekitar, Ketuk Suranto, mengatakan warga mengatakn tebing tersebut longsor pada sekitar pukul 16.30. Menurutnya, longsor tak begitu berpengaruh terhadap arus lalu lintas di jalan penghubung antar provinsi itu. "Longsor sore, usai hampir seharian diguyur hujan deras. Gak menimbulkan macet, karena material longsor hanya menumpuk di bahu jalan, tak sampai meluber ke badan jalan," kata Ketuk, di sela-sela aktivitas pembersihan material longsoran. Disampaikan, tanah material longsor memang diminta oleh warga Dusun Ngebong, Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat, untuk keperluan menguruk jalan kampung setempat. Sehingga, sebagian material longsoran dievakuasi dan kemudian ditumpuk di seberang jalan dari lokasi longsor. "Yang titik longsor itu memang masuknya Desa Ngipik, di seberang jalan sini, masuknya sudah wilayah Desa Pingit. Ini tanah bekas longsoran kami minta untuk mengurug jalan kampung yang mau dicor," ucap Ketuk, di dekat tumpukan tanah material longsoran. Kepala SKPD TP Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Adhi Wirawan, mengatakan pihaknya menerjunkan dua alat berat serta tiga truk untuk membersihkan material longsor dari bahu jalan. Menurutnya, aktivitas pembersihan dilaksanakan mulai sekitar pukul 08.00. "Longsor tidak begitu berpengaruh terhadap arus lalu lintas, sehingga kami sengaja mulai membersihkan pada pagi harinya, tidak seketika usai terjadi longsor," ucapnya. Menurut dia, bila aktivitas pembersihan dilakukan pada petang itu juga, dihawatirkan justeru akan mengganggu arus lalu lintas. Selain hujan yang juga terus mengguyur hingga malam, lokasi longsor juga minim penerangan. "Banyak pertimbangan, sehingga diputuskan pembersihan material dilakukan pagi hari. Kecuali, kalau (longsor) itu sampai menutup jalan, tentu langsung kami bergerak ke lokasi untuk membuka akses, agar tak terjadi kemacetan," terang Adhi. Pejabat Pembuat Komintmen (PPK) S02, Jalan Raya Pringsurat, Secang - Batas Jogja, Suhendi, mengatakan prinsipnya pihak Bina Marga Jateng selalu siap bertindak jika ada peristiwa longsor, yang berpotensi mengganggu atau melumpuhkan arus lalu lintas di jalan tersebut. "Ini tadi minta bantuan ke pihak penyedia jasa, alat di datangkan dari Magelang," ujarnya. Pantaun Tribun Jateng, aktivitas alat berat untuk membersihkan material longsoran sedikit berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi. Meski tak sampai menimbulkan kemacetan, arus lalu lintas dari arah Semarang menuju Jogja atau sebaliknya, terpantau padat merayap. "Meski longsoran ada di bahu jalan, tapi aktivitas alat berat itu kan butuh space ya. Sehingga, tetap ada dampak terhadap arus lalu lintas. Ini juga yang menjadi pertimbangan kami, sehingga aktivitas pembersihan baru dilakukan pada keesokan pagi hari," pungkas Suhendi. (*)