Disambar Petir, Pasutri Tewas Berpelukan

radarsemarang 02-05-17 07:50 travel

TEMANGGUNG Hujan deras yang mengguyur Kota Temanggung, Minggu (30/4) lalu, kembali menyebabkan bencana banjir, longsor dan sambaran petir. Sepasang suami istri (pasutri) Budiyono, 42 dan Rahayuningsih, 35, warga Dusun Krajan Desa Karanggedong Kecamatan Ngadirejo tewas karena disambar petir. Keduanya ditemukan telah gosong dalam posisi berpelukan saat berteduh di gubug sekitar persawahan Dusun Setotogan Desa Karanggedong. Murdiyono, salah seorang kerabat korban menuturkan, kecurigaan pihak keluarga bermula ketika menjelang maghrib pasutri tersebut belum pulang ke rumah. Biasanya mereka pulang dari sawah sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah dilakukan pencarian, keduanya ditemukan di sebuah gubug tak jauh dari sawah milik mereka. Saat ditemukan, kondisi tubuh kedua korban gosong, diduga kuat kesambar petir, ucapnya. Kedua korban langsung dibawa RSK Ngesti Waluyo Parakan. Setelah dilakukan visum dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, jenasah langsung dibawa menuju rumah duka. Kedua jenasah dikebumikan pagi ini (kemarin pagi, red) di pemakaman umum desa, ungkapnya. Pasutri tersebut meninggalkan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah. Sementara di Jalan Ngadirejo-Sukorejo, tepatnya di Dusun Tempel Desa Ngaren Kecamatan Ngadirejo Temanggung, Minggu (30/4) sore dilanda banjir. Luapan air sungai Piri ke jalan raya Ngadirejo mengakibatkan bahu jalan longsor sepanjang 30 meter dan ketinggian 6 meter. Dua pengendara motor sempat terseret arus hingga jatuh ke dasar sandaran jalan yang longsor. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Agus Sudaryono menuturkan, korban adalah Suwadi, 52, warga Dusun Gembyang RT 14 RW 02 Desa Kentengsari mengalami luka ringan, pipi kanan lecet dan pergelangan tangan kanan terkilir. Ia sempat dirawat di puskesmas Ngadirejo. Seorang lainnya, Satini,48, warga Dusun Gembyang RT 14 RW 02 Desa Kentengsari mengalami luka bagian dalam dan kini tengah menjalani perawatan di RSK Ngesti Waluyo Parakan. Agus melanjutkan, banjir juga terjadi di Dusun Tempelsari Desa Muntung Kecamatan Candiroto. Atas kejadian ini, sebuah gudang alat pertukangan milik Wahyudi, 55, hanyut, sementara rumah Nur Aini, 40, terendam dengan ketinggian 70 centimeter. Selain banjir, tanah longsor terjadi di Dusun Gondang RT 03 RW 04 Desa Candiroto Kecamatan Candiroto Temanggung Temanggung. Longsor dengan ketinggian 6 meter dan lebar 8 meter itu menimpa dua rumah bagian dapur milik Supratman, 40, dan Marwati, 38. Longsor ini, tergolong ringan. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 6 juta, ungkapnya. (san/ton)