Konsep Pernikahan Rustic, Riasan Cenderung Natural

radarsemarang 01-05-17 08:50 travel

MAGELANGWedding Exhibition 2017 Atria Hotel Magelang (AHM) yang berkolaborasi dengan Omah Kayu Wedding Organizer and Photography, diramaikan 24 peserta dari berbagai vendor pernikahan. Baik dari Magelang, Temanggung, Jogjakarta, dan sekitarnya. Masing-masing vendor menawarkan promo menarik bagi calon pengatin. Acara bertajuk Beauty in White ini berlangsung sejak 28 April dan berakhir Minggu (30/4) kemarin. Seperti vendor asal Jogjakarta, Yogis Production, membuat paket pernikahan mulai di bawah Rp 100 per pax. Sebagai wedding planer, pihaknya juga membuka jasa konsultasi pernikahan. Pun, merekomendasikan dekorasi pernikahan yang sedang diminati, yakni vintage dan rustic. Konsep ini bisa dipakai di mana saja, baik di gedung maupun di luar ruangan, kata owner Yogis Production Jogjakarta, Yogi Sugiarto, disela persiapan pameran pernikahan, kemarin, di salah satu ballroom AHM. Yogi menjelaskan, konsep rustic menonjol pada properti yang terlihat belum sempurna atau tidak sampai ke sentuhan akhir. Namun, benda-benda yang digunakan, merupakan barang baru, tapi dibuat mendekati kesan lawas. Kalau vintage lebih ke furnitur asli zaman dulu, seperti bokor, ceret (teko,Red) yang motifnya seperti loreng dan sebagainya. Menurutnya, konsep kembali ke alam tidak pernah hilang ditelan zaman. Sekalipun, zaman makin modern dan makin banyak pilihan dengan konsep-konsep baru. Tapi konsep seperti itu, justru semakin dirindukan. Dari sisi pelaksaan pernikahan, ia mengamati bergeser ke gedung atau di ballroom hotel. Ia melihat banyak keunggulan ketika menghelat hari bahagia tidak di halaman rumah. Yakni, lokasi mudah di cari, keamanan parkir terjamin, dan lebih praktis. Namun lebih unggul di hotel, karena higienitas makanan dan minuman terjamin. Dari sisi jumlah juga sesuai dengan pesanan. Terkait riasan pengantin yang sedang diminati adalah natural. Warna-warna eyeshadow yang sering dipakai seperti cokelat dan emas. Lalu, mengaplikasikan warna lipstik yang tidak terlalu terang ataupun mencolok. Misalnya: nude. Meski natural, namun pada bagian mata tetap tajam, kata Anton, seorang perias professional asal Jogjakarta. Sementara busana pengantin yang sedang tren adalah kebaya gaun. Kebaya dimodifikasi dengan rok gaun. Tapi ada juga pengantin yang senang memakai busana yang simpel dan tidak terlalu berat untuk jalan maupun berbaur dengan para tamu. Sementara warna-warna yang disukai seperti dusty pink, dan warna pastel lainnya. ujar Yayan Arsa, owner Pivot Management, Magelang. Tak ketinggalan soal souvenir. Fatur Souvenir kebanjiran pesanan mug dan dompet. Kata Fatur, dua jenis barang itu masih menjadi pilihan calon pengantin untuk memberikan kenang-kenangan kepada para tamunya. Yang banyak di pesan biasanya yang bermanfaat untuk para tamu, ujar Fatur. (puput/isk)