Siswa Dibiasakan Mengamalkan Alquran

radarsemarang 29-04-17 08:50 travel

TEMANGGUNG- Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Kartika Kranggan kembali mengadakan wisuda takhfidz bagi para siswanya. Wisuda takhfidz angkatan IX ini digelar di Aula Kantor Kelurahan Kranggan, Kamis (27/4). Acara wisuda dihadiri oleh seluruh siswa dan wali siswa, segenap guru TK dan SD di Kecamatan Kranggan, Pengawas TK dan SD, perangkat dan pimpinan Kelurahan hingga Camat Kranggan. Kepala SDIT Kartika Kranggan Ainiyatul Masruroh menjelaskan, wisuda takhfidz merupakan bentuk penghargaan bagi para siswa yang berhasil menuntaskan hafalannya, sekaligus sebagai penyemangat siswa lain yang sampai saat ini belum tuntas hafalannya. Hafalan Alquran merupakan program unggulan dan wajib bagi seluruh siswa SDIT Kartika. Dari program ini, ia berharap setiap siswa yang lulus dari sekolahnya minimal hafal 1 juz. Program ini merupakan penjabaran misi sekolah kami (SDIT Kartika, red), yakni menciptakan generasi Islam yang cerdas mandiri seimbang iman dan takwa (imtak) serta ilmu pengetahuan (iptek)-nya, ucapnya. Wisuda tahun ini diikuti 13 anak. Meliputi satu anak hafal 3 juz, yaitu juz 1, 29 dan 30. Satu anak lagi hafal 2 juz yaitu juz 29 dan 30. Sementara sisanya hafal juz 30. Mereka semua merupakan siswa kelas 3-6. Camat Kranggan Tri Raharjo mengapresiasi dan memberikan selamat kepada para wisudawan-wisudawati kecil tersebut. Tri berharap kepada wisudawan, bisa menjadikan Alquran sebagai landasan hidupnya. Setidaknya ada lima landasan hidup, akhlak, ilmu, usaha, empati dan olah pikir-olah rasa-olah raga. Jika anak dibekali dengan lima hal tersebut, maka insyaallah kelak akan menjadi manusia yang bermanfaat untuk lingkunganya, ungkapnya. Sementara itu, Ustad Qoid Surawan sebagai pembimbing takhfidz mengatakan, ada yang beda pada wisuda tahun ini. Salah satunya saat ujian hafalan, siswa harus didampingi oleh orang tuanya dengan sistem satu kali majelis (duduk) setor satu juz hafalan. Yang istimewa, seorang siswi bernama Fakhma Mujahida mempu menyelesaikan hafalan 3 juz. Sebelumnya belum ada siswa dengan pencapaian hafalan sebanyak ini. Saya meminta kepada siswa tidak hanya menghafal di sekolah saja sebagai tugas, namun juga menjadikan sebuah kebiasaan di rumah dan di mana saja berada bisa menghayati dan mengamalkan Alquran, pinta penemu dan pengajar metode cara mudah belajar membaca Alquran Metode Rosyida itu. (san/ton)