Agus ‘Awang’ Setiawan Minta Hukumannya Dihapus

krjogja 10-01-19 17:45 nasional

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Mantan pemain PSS Sleman, Agus 'Awang' Setiawan (33) memohon pada PSSI untuk menghapus hukuman tidak boleh berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup. Alasannya, dirinya tidak terlibat dalam pengaturan pertandingan dan sengaja memasukkan ke gawang sendiri. "Saat itu, saya kalut karena dikejar sejumlah pemain PSIS saat di tepi lapangan. Lalu saya umpankan dengan kaki kiri ke depan gawang, rupanya kiper tidak ada di tempat yang seharusnya di berposisi, bola masuk," kata Awang di Temanggung, Kamis (10/01/2018). Dia melanjutkan tendangan kaki kirinya buruk dan tidak kuat, sebagai pemain gelandang kuat di tendangan di kaki kanan. Maka itu tidak mengira umpan ringan itu akan masuk. Peristiwa itu sangat mengejutkan, bahkan dirinya divonis Komdis PSSI terlibat dalam pengaturan pertandingan. Pria yang kini kerja serabutan ini menyampaikan sedari awal pertandingan sudah tidak sehat. Pemain hanya main-main umpan teman, dengan tanpa menyerang. Wasit sudah diberi tahu pemain di lapangan untuk menghentikan pertandingan, tetapi tidak mau dengan tetap meminta terus bermain. Saat rehat babak pertama, di dalam ruang ganti sudah tidak ada pelatih yang ada asisten pelatih dan manajer. Sebelum kembali bermain pada pemain dipesan jangan menang dengan PSIS. "Yang keluar terakhir dari ruang ganti Hermawan, teman-teman sudah ada di lapangan," katanya. Bapak satu anak ini melihat ada sebuah kejanggalan, beberapa saat sebelum Hermawan melakukan tendangan bunuh diri yang membuat PSIS unggul 1-0. Kejanggalan itu yakni nampak ada semacam kode dari team bench. "Kalau saya faktor kalut dan panik, kalau Hermawan ada semacam kode," katanya. Dia mengaku tidak takut akan dipanggil Satgas Anti Mafia Bola, justru akan dengan senang hati menyampaikan apa yang terjadi disaat pertandingan semifinal Divisi Utama, yang berlangsung di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Minggu (26/10/2015) itu. Saat itu PSS menang 3-2 atas PSIS, semua gol merupakan gol bunuh diri. Manajemen PSS tidak ingin bertanding bertanding melawan Borneo FC, padahal pemain siap bermain dengan tim manapun. Tekad Awang itu diakukan untuk membersihkan dirinya dari tudingan selama ini dan demi sepak bola yang lebih baik kedepan. Untuk bermain sepak bola profesional, sudah tidak memungkinkan mengingat umur dan stamina yang tidak prima lagi, namun yang terpenting baginya adalah sepak bola bersih dari mafia dan dirinya menjadi tumbalnya. "Saya merintis karier sepakbola dari kecil, namun pupus sudah karena cap pemain sepakbola gajah," katanya. Anak lelakinya yang kini merintis pemain sepakbola juga seringkali menghakimi dirinya sebagai pelaku gol bunuh diri disengaja pada sepakbola gajah. Penghakiman ini sangat menyakitkan, maka itu dirinya memohon untuk penghapusan hukuman dan PSSI membersihkan namanya."Saya akan ungkap yang terjadi, saya tidak ingin dihakimi anak, saya tidak sengaja memasukkan gol," katanya. (Osy)