Eni Saragih Disebut Minta Duit untuk Syukuran Suami Menang Pilkada

detik 08-01-19 16:38 umum

Jakarta - Mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih disebut menerima Rp 250 juta dari Presiden Direktur PT Isargas, Iswan Ibrahim, untuk kepentingan suaminya, M Al Khadziq, yang maju sebagai calon Bupati Temanggung tahun 2018. Duit itu diterima Eni dalam dua tahap.Iswan yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Eni mengakui pemberian itu. Eni dikenal Iswan sebelum menjadi anggota DPR."Beliau (Eni) minta bantuan untuk memenangkan pilkada suaminya," ucap Iswan saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).Baca juga: Eni Tolak Uang CSR Disebut Gratifikasi: Itu Zakat dari PengusahaSaat itu Iswan mengiyakan permintaan Eni tetapi menurutnya tidak terlalu serius. Sebab, Iswan merasa Eni mampu mengeluarkan biaya sendiri."Nggak serius karena saya tahu beliau kan mampu. Kalau minta ke saya, ya saya pikir sekadar pembicaraan saja," kata Iswan.Namun rupanya setelah itu Iswan mendapat pesan WhatsApp (WA) dari Eni tentang permintaan bantuan itu. Iswan pun meminta Eni mengirim orang ke kantornya."Saya perintahkan ke staf keuangan saya untuk menemui Indra (orang suruhan Eni), kalau Indra datang ke kantor dan transfer sejumlah uang. Waktu itu Rp 200 juta," sebut Iswan.Setelahnya suami Eni memenangi pilkada. Eni pun menggelar syukuran dan kembali meminta uang pada Iswan."Ada (permintaan uang) untuk syukuran, tidak pernah minta angka, akhirnya saya kasih Rp 50 juta," ucap Iswan.Baca juga: Suami Eni Saragih Batal Beri Kesaksian: Nggak Tega Sama IstriRelawan Suami Eni Akui Rp 1,3 M untuk KampanyeSelain itu ada pula seorang saksi yang dihadirkan dalam sidang itu bernama Machbub. Dia mengaku sebagai relawan suami Eni pada saat pilkada.Machbub mengaku menerima Rp 1,3 miliar dari seorang bernama Hakim yang mengenalkan diri sebagai staf Eni. Selain itu, Machbub menyebut Eni kerap pula memimpin rapat bersama para relawan suaminya itu."Pernah (terima uang), tapi bukan Bu Eni yang memberikan, cuma lewat stafnya yang saya tahu dari Mas Hakim sekitar Rp 1,3 miliar," ujar Machbub dalam persidangan.Uang itu disebut Machbub digunakan untuk tim relawan yang tersebar di seluruh wilayah Temanggung. Dia sendiri mengaku mendapat bagian Rp 10 juta untuk operasional.Saksi lainnya bernama Jumadi juga mengaku mendapat bagian Rp 10 juta. Jumadi mengaku sebagai salah satu relawan suami Eni juga.Baca juga: Eni Saragih Disebut Terima Rp 7,63 M untuk Biaya Suami Ikut PilkadaDalam perkara ini, Eni didakwa menerima suap berkaitan dengan proyek PLTU Riau-1 dari Johanes Budisutrisno Kotjo. Selain itu, dia didakwa menerima gratifikasi yang totalnya Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu.Eni sebelumnya pernah membantah bila uang dari para pengusaha itu adalah gratifikasi. Dia menyebut uang-uang itu sebagai bantuan dari pengusaha untuk rakyat di Temanggung."Mereka punya rezeki dan mungkin bahasa saya bercanda, 'Eh zakatnya dong kirim-kirim buat bantu orang susah'," kata Eni usai persidangan pada Rabu, 26 Desember 2018."Mungkin orang mengaitkan pilkada, ya silakan saja, tetapi karena Temanggung itu kampung saya, kampung suami saya," imbuh Eni.Simak juga video 'Beri Miliaran ke Eni Saragih, Johannes Tak Tahu Itu Bentuk Suap':