Bupati Temanggung Peringati HDI Bersama Penyandang Disabilitas

krjogja 17-12-18 14:51 nasional

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Ratusan penyandang disabilitas intelektual di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dengan menggelar berbagai lomba, pentas seni budaya, pameran hasil kreasi dan lounching kedai kopi di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung, Senin (17/12/2018). Perayaan dimulai dengan parade drumband dari penyandang disabilitas, yang kemudian dilanjutkan upacara bendera yang dipimpin Bupati Temanggung Al Khadziq. Usai upacara, bupati menuju ke kedai kopi untuk penuncuran. Yang unik dari kedai ini, adalah barista dari penyandang disabilitas intelektual. Mereka berlatih dalam satu bulan terakhir dengan instruktur yang didatangkan secara khusus oleh BBRSPDI. Kopi yang disajikan tidak kalah nikmat dengan barista lainnya. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial BBRSBG Kartini, Proboretno Kuncororini mengatakan HDI sebagai pengakuan atas kesamaan hak asasi manusia, sekaligus media sesama disabilitas dalam menunjukkan kemampuan dalam olahraga dan kesenian. "Ada sekitar 300 penyandang disabilitas dari Jateng dan DI Yogyakarta datang untuk merayakan HDI," katanya. Dia mengatakan peluncuran kedai kopi sebagai pembuktian bahwa penyandang disabilitas bisa mempunyai kemampuan yang sama yakni sebagai barista, jika berlatih dengan tekun, sabar dan penuh percaya diri. Ada setidaknya empat orang yang dilatih, kedepan akan ada sejumlah penyandang disabilitas lagi yang berlatih. "Mereka akan menjadi barista di kedai kopi ini, kami mendorong mereka terus belajar dan menjadi barista profesional," katanya. Dikatakan, pihaknya terus berinovasi dalam mendidik penerima manfaat agar mempunyai keterampilan sebagai modal pendapatan atau ekonomi. Selain barista yang sudah dilakukan adalah menjadi pembatik, perajin pertukangan dan menjahit. Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan sangat mendukung HDI, sebab itu sebagai kesamaan hak sesama manusia. Proses belajar mengajar dan bimbingan di BBRSPDI juga harus ditingkatkan yang dibarengi dengan penambahan fasilitasi. Dia mengakui fasilitas pemerintah untuk aksesibilitas penyandang disabilitas masih kurang dan belum memadai, namun pihaknya terus berupaya untuk memenuhinya. "Kami minta dukungan semua pihak dalam program dan pembangunan, terutama pemenuhan hak disabilitas.," katannya sembari mengatakan yang terpenting bagi penyandang disabilitas adalah pengakuan dari masyarakat. (Osy)