63.068 Rumah Belum Punya Jamban

smcetak 13-12-18 00:04 nasional

TEMANGGUNG - Jambanisasi menjadi target yang harus diselesaikan oleh Pemkab Temanggung. Sampai sekarang ini tercatat masih ada 63.068 rumah tak miliki jamban. Sekretaris Bappeda Temanggung Ripto Susilo mengatakan, jumlah tersebut tersebar di berbagai kecamatan. Padahal kepemilikan jamban pada setiap rumah sangatlah penting kaitannya dengan kebersihan dan kesehatan. "Keberadaan jamban sangat vital. Jumlah itu tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Dari jumlah itu 29 persennya atau sekitar 18.441 ada di wilayah Candiroto, Bejen, Tretep, Jumo, Wonoboyo, Ngadirejo," ujarnya, belum lama ini. Menurut Ripto jumlah wilayah di Temanggung utara yang masuk dalam wilayah tersebut paling banyak yang belum memiliki jamban keluarga di banding daerah lainnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, baik kesadaran masyarakat, faktor ekonomi dan paling pokok memang karena jumlah penduduknya juga paling banyak. Perhatian Serius Oleh karena itu kenyataan ini menjadi salah satu perhatian pokok Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam rancangan Rencana Pembangun an Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sebab pada dasarnya pembangunan memang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat, dan kaitannya dengan ini merupakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Temanggung. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo menuturkan, Pemkab Temanggung sendiri akan menganggarkan pengadaan jamban pada 2019 sebesar Rp 3,7 miliar, di mana jumlah tersebut melonjak dari nilai pengadaan jamban tahun 2018 yang hanya dikisaran angka Rp 700 juta. Upaya tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menyukseskan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). Namun diakuinya jumlah Rp 3,7 miliar belum bisa menjangkau seluruh kekurangan jamban di Temanggung. (K41-26)