BERITA POPULER NUSANTARA: Kisah Jimmi Lolos Pembunuhan di Nduga Papua hingga Novel Terakhir NH Dini

kompas 06-12-18 05:30 nasional

KOMPAS.com - Teka-teki tragedi di Nduga, Papua, akhirnya mulai terungkap. Jimmi Aritonang, salah satu pekerjai PT Istaka Karya yang berhasil selamat, membeberkan apa yang dialaminya pada hari Sabtu kelabu itu. 1 Desember 2018, kurang lebih 25 karyawan PT Istaka Karya diminta keluar dari camp oleh kelompok KKB menuju puncak Kabo untuk dieksekusi massal. Kisah Jimmi tersebut paling menyita perhatian pembaca. Selain itu, sastrawan NH Dini sempat mempersembahkan novel terakhir berjudul "Gunung Ungaran", sebelum tutup usia. Kabar kepergian NH Dini meninggalkan kenangan mendalam bagi dunia sastra Indonesia. Berikut ini 5 berita populer Nusantara secara lengkap: Dok. Istimewa Jimmi Aritonang (baju hitam) salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena. Berdasar keterangan dari Jimmi, aparat keamanan mengetahui kekejian anggota KKB terhadap 25 pekerja bangunan di Nduga. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi menceritakan kembali apa yang dialami Jimmi, salah satu pekerja yang selamat dari pembantaian KKB. Sekira pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangi Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar, selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer, ungkapnya. Tanggal 2 Desember 2018, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo. Di puncak itulah, para pekerja diberondong senjata api oleh KKB. Baca berita selengkapnya: Pengakuan Korban Selamat Pembantaian Pekerja di Nduga Papua, 19 Orang Dipastikan Dibunuh KOMPAS.com/Irsul Panca Aditra Mobil jenazah yang membawa jenazah Serda Handoko keluar dari hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Brigif 20/ IJK Kostrad 3, Rabu (5/12/2018) Tim Belukar dari aparat penegak hukum mendapat perlawanan dari kelompok Seperatis, Rabu (5/12/2018). Satu anggota Tim Belukar dikabarkan terkena tembakan. Belum diketahui kondisi korban saat ini. Namun, korban saat ini telah dievakuasi ke Pos TNI Mbua dari Puncak Kabo, Distrik Yigi. Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar membenarkan kejadian tersebut. Sesampainya di Puncak Kabo, tim yang terdiri anggota TNI dan Polri mendapat perlawanan dari kelompok KKB, ungkap Kapolda melalui pesan singkat telepon selulernya. Baca berita selengkapnya: Kontak Senjata dengan KKB di Nduga Papua, 1 Anggota Tim Belukar Tertembak KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Selagi daya ingat masih kuat, novelis Nh Dini bertekad terus menulis hingga akhir hayat. Karena itu, setiap tahun selalu ada novel baru yang ditulisnya. Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-76 pada 29 Februari, misalnya, dia meluncurkan karya terbarunya. Sastrawan NH Dini berpulang di usia 82 tahun. Sebelum tutup usia, sastrawan kawakan itu ternyata menerbitkan sebuah karya sastra di awal 2018 sebanyak 408 halaman. Judulnya, Gunung Ungaran. Novel diterbitkan Media Pressindo, Yogyakarta, pada Maret 2018. Hal itu disampaikan Ketua Lesbumi Nahdhatul Ulama Jawa Tengah, Lukni Maulana. Lukni ingat betul novel itu karena ia datang saat peluncuran novel 'Gunung Ungaran'. Novel itu lebih banyak berisi otobiografi dari sosok NH Dini. "Beliau itu sosok yang mampu bercerita secara detail dan tangguh. Dunia mengakui karya beliau," ujar Lukni. Dalam novel tersebut, sosok Dini digambarkan sebagai seniman yang memiliki kepekaan tajam dalam menguraikan apa yang terjadi di sekitar lingkungannya. Baca berita selengkapnya: Gunung Ungaran, Novel Terakhir Karya Sastrawan NH Dini KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Dimas Kanjeng Taat Pribadi dalam sidang tuntutan di PN Surabaya Dimas Kanjeng Taat Pribadi divonis nihil alias tanpa hukuman oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam sidang putusan perkara penipuan Rp 10 miliar, Rabu (5/12/2018). Vonis tersebut merupakan salah satu dari 3 perkara pidana yang dihadapi Kanjeng Dimas. Proses hukum tiga perkara tersebut memang hampir bersamaan. "Tapi, sebelum perkara ini, terdakwa sudah menjalani vonis penjara untuk kasus pembunuhan selama 18 tahun penjara, dan kasus penipuan selama 3 tahun penjara. Hukuman penjara secara akumulatif menjadi 21 tahun," ujar Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana. Terdakwa Dimas Kanjeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang Penipuan sesuai dakwaan jaksa. Baca berita selengkapnya: Dimas Kanjeng Divonis Nihil dalam Perkara Penipuan Rp 10 Miliar KOMPAS.com/IKA FITRIANA Rakor Teknis-2 Tahap Trase rencana pengaktifan jalur kereta api Semarang - Yogyakarta, oleh Kemenhub RI di Hotel Atria Kota Magelang, Selasa (4/11/2018). Rencana pembukaan jalur kereta api (KA) dari Semarang ke Yogyakarta saat ini sudah sampai tahap trase yang melibatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Kepala Subdit Penataan dan Jaringan Ditjen Perkeretaapian Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub RI, Rudi Damani, menjelaskan dalam tahap trase ini Kemenhub melakukan diskusi secara teknis dengan otoritas wilayah yang akan dilintasi jalur transportasi ini. "Rute yang akan dilewati jalur kereta api meliputi Kabupaten Grobogan, Semarang, Temanggung, Magelang, Kota Magelang, dan lanjut ke Yogyakarta," kata Rudi, seusai Rapat Koordinasi Teknis-2 di Hotel Atria Magelang, Selasa (4/12/2018). Baca berita selengkapnya: Semarang-Jogja Akan Terhubung Jalur Kereta Api Sepanjang 121 Kilometer Sumber: KOMPAS.com (Ika Fitriana, John Roy Purba, Nazar Nurdin, Achmad Faizal)