Purple Love Community Jadi Komunitas Emak-emak Penyuka Warna Ungu di Kota Semarang

tribunnews 14-11-18 01:00 lain-lain

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di era milenial ini, setiap hobi bisa dibentuk komunitas. Bahkan sesama penyuka warna ungu pun juga bisa membentuk sebuah komunitas. Mereka menamai komunitasnya Purple Love Community (PLC) Semarang. Satu di antara punggawa atau founder komunitas ini adalah Yulia Fitriana, atau yang kerap dipanggil Pipit. Semula, dirinya seorang yang paling suka dengan berbagai barang dengan warna ungu. Kemudian karena menemukan teman yang mempunyai hobi yang sama, lantas ia bersama temannya sepakat membentuk komunitas. "Kami bentuk bulan Januari lalu. Sehingga belum ada satu tahun. Sehingga anggota juga belum terlalu banyak," terangnya. Baca: Komunitas Difalitera Gelar Kegiatan Literasi pada Penyandang Tuna Netra di Solo Belum lama ini, komunitas PLC mengadakan meet up kedua yang diadakan di resto Social Canteen. Dalam pertemuan ini, mereka membahas soal masa depan komunitas dan membuat kerajinan tangan dengan barang sederhana. "Setiap ada meet up selalu kami selingi dengan kegiatan membuat sesuatu. Sekaligus ajang seperti ini menjadi kesempatan bagi para anggota untuk mengumpulkan doorprize sebanyak-banyaknya. Karena kami kerap mengadakan kuis dadakan," ujarnya. Karena sebuah komunitas sesama penyuka warna ungu, tentu dekorasi ruangan juga dibuat serba ungu. Mulai dari hiasan meja hingga langit-langit ruangan. Tak hanya itu saja, menu makan siang yang mereka siapkan juga nasinya berwarna ungu. "Semula saya ragu resto ini bisa menyediakan makanan yang nasinya warna ungu. Tapi ternyata setelah survei mereka bisa membuatnya. Ya sudah kami sepakati makanan ini jadi menu santap siang kami," bebernya. Baca: Konvoi Bareng Komunitas Motor di Bandung, Lampu Kawasaki W175 Jokowi Sudah Menyala Komunitas PLC Semarang anggotanya tak hanya berasal dari Kota Semarang. Melainkan ada pula yang berasal dari Blora, Temanggung, Wonosobo, Boja, dan lainnya. Mereka menyempatkan datang hanya untuk saling bertemu. "Jujur kami jarang sekali bertemu karena terkendala jarak. Sebab tak hanya dari dalam Kota Semarang saja. Ada yang dari luar juga. Jadi setiap ada meet up akan kami gunakan waktu ini sebaik-baiknya," pungkas Pipit. (*)