Seorang Pemuda Tiba-tiba Ngamuk Lukai Balita hingga Tewas di Temanggung

kompas 13-11-18 16:12 nasional

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Aparat Polres Temanggung, Jawa Tengah, menangkap Sunaryo (26) karena diduga melakukan penganiayaan terhadap tiga orang tetangganya. Seorang di antaranya masih balita yang akhirnya meninggal dunia. Aksi kriminal Sunarno dilakukan dekat rumahnya di Dusun Gandon, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Senin (12/11/2018), sekitar pukul 15.30 WIB. Kepala Satuan Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, pelaku melakukan penganiayaan itu menggunakan golok yang saat ini disita sebagai barang bukti. Ketiga korban adalah Khalisatun Mafruroh (23) dan Atik Ernawati (31), keduanya mengalami luka bagian tangan dan leher. Sementara Rafa Nesya Ardani (2,5) meninggal dunia karena luka sangat parah. "Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Ia kami tangkap tidak lama setelah penganiayaan itu," kata Dwi, dikonfirmasi Rabu (13/11/2018). Dwi melanjutkan, kejadian itu bermula ketika Sunaryo tiba-tiba berteriak-teriak histeris sambil berlari keluar dari dalam rumahnya. Sunaryo sambil membawa golok mencoba menyerang ibu dan saudaranya. Tapi, ibu dan saudaranya berhasil berlari menyelamatkan diri. Pemuda itu seketika menyerang Khalisatun dan Rafa yang sedang duduk di teras rumahnya, sekitar 100 meter dari rumah pelaku. "Pelaku tiba-tiba menyerang Rafa dan ibunya, kemudian berlari lagi menyerang Atik tetangga lainnya yang sedang berjalan. Warga hendak mencegah aksi pelaku tapi takut kena serangan, lantas warga melapor ke aparat Polsek Kaloran," papar Dwi. Saat ini, pihaknya masih mendalami apa motif perbuatan pelaku, termasuk memeriksa kesehatan jiwanya di RSJ Prof Dr Soerojo Kota Magelang. Sedangkan korban selamat masih dirawat intensif di RSUD Temanggung. Usai kejadian itu, petugas kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya ceceran darah, sebilah golok, pecahan kaca, dan rambut yang bertebaran di lokasi.