Musim Hujan, Warga Temanggung Diminta Waspada DBD

krjogja 12-11-18 20:05 nasional

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Meski kasusnya menurun warga tetap diminta untuk waspada dengan demam berdarah dengue (DBD). Di musim pancaroba dan musim hujan dimungkinkan kasusnya meningkat seiring cepatnya perkembangan telur aedes aegpyti menjadi jentik dan nyamuk. "Selain DBD warga juga harus waspada dengan demam dengue (DD) . Jika tidak tertangani dapat menyebabkan kematian," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr Supardjo MKes, Senin (12/11). Dia menyampaikan itu disela peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Temanggung. Pada peringatan itu digelar kethoprak dengan pemain dokter dan para medis di lingkungan Dinas Kesehatan serta sejumlah rumah sakit yang ada di kabupaten tersebut. Disampaikan kasus DBD di Temanggung sejak Januari hingga kini mencapai kisaran 63 kasus, sedangkan DD mencapai 74 kasus. Dari kasus itu, yang dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di dua tempat, yakni di Desa Jumo Kecamatan Jumo dan di Kecamatan Pringsurat Temanggung. Sedangkan kasus kematian tidak ada. Dia mengatakan warga harus waspada, langkah yang paling tepat untuk mengatasi dan memberantas sarang nyamuk adalah menguras, menutup bak air dan mengubur barang-barang bekas. Bak mandi rajin ditaburi abate. "Kami tidak mengobral pengasapan, sebab bisa jadi nanti generasi berikutnya resisten, Jadi tetap harus 3 M tersebut," katanya. (Osy)