Ribet Urus Izin, Bambu Keburu Tumbang

radarkedu 09-11-18 00:00 nasional

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO Diduga karena tak kuat menahan aliran air akibat hujan yang terus mengguyur, satu rumpun yang berisi ratusan batang tanaman bambu ambruk dan melintang di ruas jalan utama Temanggung Banjarnegara, Kamis (8/11). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun akses lalu lintas terpaksa harus dialihkan ke sejumlah rute, guna mencegah kemacetan lalu lintas. Rumpun bambu tersebut berada di lereng Jalan Kyai Muntang Kelurahan Wonosobo Timur Kecamatan Wonosobo. Saat kejadian sekitar pukul 13.00, wilayah tersebut diguyur hujan deras. Tiba-tiba rumpun bambu tersebut roboh, bahkan akarnya sampai terangkat. Beruntung kejadian tersebut tidak melukai pengguna jalan yang sedang melintas. Lurah Wonosobo Timur Endang Istiyana menjelaskan, dua pekan lalu pemilik lahan telah memberikan surat permohonan agar rumpun bambu tersebut segera di tebang. Karena kondisi rumpun bambu lebih condong ke arah jalan dan rawan mengalami roboh. Surat tersebut ditujukan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo. Setelah kami surati dua pekan yang lalu, baru dua hari ini mereka membalasnya. Itupun belum jelas terkait kapan penebangan bambu itu dilakukan, ungkapnya. Pihak kelurahan sebenarnya juga sudah berupaya untuk mengkoordinasikan hal itu kepada DLH, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Wonosobo. Namun, sebelum mendapatkan penanganan, ternyata rumpun bambu tersebut sudah roboh dan menutup jalan.Ternyata proses perizinan untuk melakukan penebangan itu ribet. Harus izin ke DLH, kemudian Dishub sebagai penyedia alat dan rute jalan. Karena otomasis ketika pohon ditebang, rutenya harus dialihkan, imbuhnya. Menurut Endang, proses penebangan sebenarnya juga sempat beberapa kali dilakukan oleh pemilik dalam dua tahun terakhir ini. Namun mengingat bambu yang mengarah ke jalan semakin rendah, pemilik meminta untuk ditebang semuanya. Demi mengurai kemacetan yang terjadi, polisi langsung terjun untuk mengalihkan rute perjalanan Temanggung Banjarnegara dengan melewati jalan S Parman untuk kendaraan umum. Sementara kendaraan berat dialihkan menuju ke Jalan Bambang Sugeng. Kami memberlakukan contra flow (lawan arus), yang tadinya satu jalur di Jalan S Parman, kita buka agar kendaraan dari arah Kertek bisa melintas melalui Jalan Veteran, ujar Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Wonosobo, Iptu Sanyoto. Begitupun dari arah Dieng. Kendaraan dialihkan agar langsung lurus ke Jalan Angkatan 45 hingga Jalan Veteran. Satlantas mengerahkan 20 anggota Satlantas untuk bersiaga di sejumlah persimpangan. Sekitar 4 jam kemudian, bambu yang roboh berhasil disingkirkan dan jalan sudah bisa dilalui kembali. (cr1/ton)