Penertibkan PKL Dinilai Tebang Pilih

radarsemarang 16-05-14 12:30 nasional

TEMANGGUNGLangkah penertiban pedagang kaki lima (PKL) Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung dinilai tebang pilih oleh para pedagang. Sebab, petugas hanya melakukan penertiban pada titik tertentu dan tidak secara menyeluruh. Hal tersebut menimbulkan kecemburuan antarpedagang. Pada sentra perekonomian rakyat terbesar di Temanggung ini, baik di pasar utara maupun selatan masih banyak PKLyang menjajakan dagangannya. Kecuali hanya di pintu masuk pasar utara saja yang sudah bersih dari PKL. Kondisi ini yang menyebabkan para PKL di pasar utara menjadi berang karena merasa diperlakukan tidak adil oleh pemkab. Muladi, 41, PKL di pasar setempat menilai, pemerintah tidak tegas, sebab penertiban PKL di pintu masuk hanya dilakukan pada pintu masuk pasar utara, sedangkan di pintu masuk pasar selatan dan selatan barat tidak tertibkan. Bahkan terkesan didiamkan oleh pemkab. Padahal katanya, saat melakukan penertiban, pemkab dalam hal ini satpam yang ditugaskan bersama anggota Satpol PP dan petugas pasar, berjanji akan segera melakukan penertiban di semua pintu masuk. Mana buktinya, sampai saat ini juga belum ditertibkan, masih banyak PKL yang berjaja, katanya. Bahkan katannya, pihaknya sudah mendatangi Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Rony Nur Hastuti untuk meminta keadilan, agar semua PKL di pintu masuk pasar ditertibkan. Saya sudah mendatangi beliau, dan katanya akan segera ditertibkan. Tapi buktinya mana, saya minta ibu kepala dinas jangan mencla mencle. Kalau memang mau ditertibkan ya, ditertibkan semua jangan cuma ngobral janji saja, katanya. Menurutnya, keberadaan PKL di pintu masuk pasar utara tidak begitu menganggu. Sebab di wilayah di pintu masuk tersebut terbilang cukup luas jika dibanding dengan pintu masuk lainnya. PKL katanya, sudah tahu diri, hanya menggelar dagangan tidak melebihi dari batas yang ada. Para pengunjung pasar juga masih terlihat tidak terganggu dengan adanya PKL di tempat tersebut. Saat Gubernur Jawa Tengah datang ke sini saja, beliau tidak kompalin dengan adanya PKL yang berjaja di situ (pintu masuk utara), tuturnya. Pemerintah dalam hal ini Diperindagkop katanya sudah ingkar janji dan tidak bertindak adil. Seharusnya sebagai pengayom dari seluruh pedagang yang ada di pasar harus bertindak tanpa pandang bulu dan tegas. Ia menuturkan, jika pemkab tidak segera menertibkan PKL yang berada di semua pintu masuk, maka pihaknya akan kembali berjaja di pintu masuk pasar utara. Mau bagaimana lagi, kami juga butuh makan. Kalau pemkab tidak segera bertindak adil, kami akan kembali berjaja di pintu masuk lagi. Sekali lagi kepala disperindagkop jangan mencla mencle,pungkasnya. (zah/lis)