Kekeringan Meluas, BPBD Andalkan CSR Swasta

magelangekspres 19-10-18 13:23 nasional

TEMANGGUNG - Hingga pertengahan bulan Oktober 2018 ini, kemarau masih mengakibatkan bencana kekeringan yang terus meluas di Kabupaten Temanggung. Sampai saat ini sedikitnya terdapat 12 Kecamatan, 30 Desa dan 69 Dusun yang dilanda bencana krisis air bersih tersebut. Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi menjelaskan, untuk membantu memenuhi kebutuhan akan air besih warga yang bermukim di wilayah-wilayah tersebut, hingga hari ini pihaknya masih terus melakukan dropping air bersih secara rutin. Antara lain di Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu, Bansari, Wonotirto, Kecamatan Gemawang tersebar di Desa Ngadisepi, Kecamatan Kledung, Kecamatan Pringsurat meliputi Desa Klepu dan Karangwuni, di Kecamatan Jumo yakni Desa Jetis dan Ketitang. Meski demikian, per tanggal 5 Agustus lalu jatah 300 tangki dari dana APBD telah habis. Akibatnya, droping air bersih masih menggunakan bantuan dari CSR perbankan, komunitas dan lainya. Dana dari CSR dan komunitas bisa mencukupi hingga akhir Oktober mendatang. Kita masih punya APBDP sebanyak 600 tangki atau 150 juta. Mudah-mudahan lewat CSR sudah bisa mencukupi, jika memang tidak mencukupi, bisa mengambil dari anggaran APBDP tersebut, ungkapnya, Kamis (18/10). Gito menyebut, berdasar keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarau diprediksikan akan berlangsung terus hingga akhir Oktober bahkan awal November. Kendati beberapa hari terakhir sudah mulai turun hujan di sejumlah wilayah, akan tetapi sifatnya masih lokal dan belum menyeluruh. Ia bahkan menyebut bahwa kekeringan pada tahun ini tergolong panjang dan volumenya cukup banyak bila dibandingkan dua terakhir ini. Kekeringan tahun ini hampir sama dengan tahun 2015 yang mencakup 11 Kecamatan.Namun dari sisi volume masih lebih banyak 2015, pungkasnya. (riz)