Pendapatan Parkir Tak Capai Target

radarsemarang 22-01-14 12:15 travel

TEMANGGUNGPendapatan daerah dari sektor parkir kembali di bawah angka target yang ditetapkan. Ketidaksamaan database parkir antara juru parkir dan UPT Parkir Dishubkominfo dinilai menjadi penyebab rancunya administrasi parkir. DPRD Kabupaten Temanggung mendesak agar persoalan database disamakan sehingga problem yang sama tidak terulang pada tahun anggaran berikutnya. Anggota Komisi C DPRD Temanggung, Mattoha, mengatakan laporan yang diterima dari UPT Parkir Dishubkominfo menunjukkan pendapatan daerah dari sektor parkir masih di bawah standar target yang ditentukan. Pemkab menarget pendapatan dari sektor ini sebanyak Rp 750 juta yang terdiri dari Rp 250 juta parkir khusus dan Rp 500 juta dari parkir umum. Tetapi sekitar Rp 641 juta yang masuk kas daerah, katanya. Dari data tersebut, terangnya, pihaknya menganalisis penyebabnya terjadi kerancuan sistem database petugas parkir antara Dishubkominfo dengan juru parkir. Perbedaan tersebut memicu pendapatan yang berbeda sehingga menyebabkan tunggakan pendapatan. Ini harus disamakan supaya tidak terulang. Sudah beberapa tahun berturut-turut pendapatan di bawah standar, terangnya. Ia mengatakan, penetapan target diperhitungkan dari buku angka potensi pendapatan daerah. Dari dokumen tersebut, pendapatan Rp 750 juta merupakan pendapatan yang sangat riil apabila dijalankan dengan baik. Kami akan kembalikan kepada dokumen tersebut karena mendapatkan jumlah tersebut sebenarnya mudah kalau tertib dan sesuai peraturan, terangnya. Pihaknya mendesak agar UPT Parkir menjalankan tugas pokoknya dengan serius serta kerja sama yang baik dengan juru parkir. Database jumlah juru parkir dan besaran setoran harus disamakan sehingga tidak menimbulkan tunggakan. Juru parkir juga harus profesional dengan menyetorkan sesuai dengan jumlah dan waktu yang ditentukan, tandas politisi PKB ini. (zah/lis)