Puluhan nasabah BKK Pringsurat tuntut pengembalian uang

antarajateng 12-10-18 17:44 lain-lain

Temanggung (Antaranews Jateng) - Puluhan nasabah PD BPR BKK Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah mendatangi kantor tersebut di Jalan Hayam Wuruk Temanggung untuk menuntut pengembalian uang mereka. "Kedatangan kami ke sini untuk menanyakan kembali kepada pemilik PD BPR BKK Pringsurat, yakni Pemkab Temanggung dan Pemprov Jateng, kapan uang kami cair," kata salah satu nasabah BKK Pringsurat Joko Yuwono. Namun, kedatangan mereka di kantor pusat PD BPR BKK Pringsurat tidak ditemui oleh Direktur Utama PD BPR BKK Pringsurat Supriyadi maupun perwakilan dari Pemkab Temanggung. Mereka hanya ditemui salah satu direktur PD BPR BKK Pringsurat Ari Winda yang tidak bisa memastikan tentang pengembalian uang nasabah tersebut. Seperti diketahui PD BPR BKK Pringsurat telah mengalami kolaps hampir dua tahun dan selama ini para penabung di bank tersebut tidak bisa mengambil uang mereka. Dalam kasus tersebut, Kejaksaan Negeri Temanggung telah menahan dua direksi BPR BKK Pringsurat Suharno dan Riyanto. Keduanya disangka korupsi sehingga mengakibatkan kerugian negara hingga Rp103 miliar. "Sebenarnya kami sudah mengirim surat ke Asisten II Sekda Temanggung, Bagian perekonomian, Badan Pengawas, dan direktur utama tentang kedatangan nasabah ini, tetapi mereka tidak ada satu pun yang menemui kami," kata Joko. Informasi yang diperoleh dari kejaksaan bahwa proses hukum direksi BPR BKK Pringsurat itu tidak akan memengaruhi pengembalian uang nasabah. "Dalam hal ini tinggal keberanian gubernur dan bupati selaku pemilik BPR BKK Pringsurat untuk mengambil alih guna menyelamatkannya," kata Joko. Dari informasi nasabah yang lain bahwa mulai 1 Oktober 2018 uang tagihan dari masyarakat yang masuk BKK ini kabarnya masuk ke kejaksaan. "Namun, saya belum percaya. Ketika saya tanyakan surat perintah dari kejaksaan tersebut ke bagian umum BKK Pringsurat mengatakan tidak ada suratnya," kata Joko. Joko berharap pemilik dalam hal ini Pemkab Temanggung dan Pemprov Jateng untuk segera menyelesaikan kasus BKK Pringsurat ini yang hampir 2 tahun ini para nasabah tidak bisa mengambil tabungannya. Nasabah yang lain Bagyo mengatakan bahwa pertemuan ini belum mendapat kejelasan tentang pencairan uang nasabah maka para nasabah akan datang lagi ke Kantor Pusat PD BPR BKK Pringsurat setiap hari Jumat. "Setiap hari Jumat kami akan datang ke BKK Pringsurat ini, jumlahnya makin banyak akan makin baik untuk meminta penjelasan dari pihak manajemen maupun pemilik BKK Pringsurat ini sampai uang kami cair," kata Bagyo.