Pemkab Wacanakan Sistem Tumpangsari Kopi dan Vanili

magelangekspres 12-10-18 14:20 nasional

TEMANGGUNG Menilik dari besarnya potensi serta prospek yang cukup cerah, Pemerintah Kabupaten Temanggung saat ini tengah gencar mendorong para petani untuk mengembangkan tanaman vanili. Bahkan, sebagai bentuk keseriusan dalam rangka memajukan komoditas emas hijau tersebut, saat ini telah terbentuk Asosiasi Petani Vanili Indonesia (Apevi) Kabupaten Temanggung yang menjadi salah satu aspirasi dari petani sendiri. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi , sejauh ini terdapat beberapa daerah di Temanggung yang terpetakan sudah mulai menanam vanili kendati belum berani menanam di lahan terbuka. Hal itu mengingat komoditas yang satu ini dianggap cukup rawan terhadap aksi pencurian. "Karena rawan pencurian, sampai saat ini masih banyak yang ditanam di pekarangan rumah," katanya, Kamis (11/10). Mengingat tingginya minat petani disertai antusias pemerintah daerah, maka problem tersebut perlu dicarikan jalan keluar. Salah satunya dengan menggiatkan pola menanam vanili di sebuah wilayah secara serentak guna meminimalisir kemungkinan munculnya niat jahat pihak-pihak tertentu. Contoh kasus yang riil terjadi di Boyolali yang menjadi sentra pengembangbiakan lele. Ketika masih satu, dua, tiga kolam lele saja, ternyata banyak terjadi aksi pencurian. Namun setelah warga satu desa memiliki kolam lele semua hasilnya bisa langsung terasa, yakni keamanan terjaga. Inilah yang kami harapkan dan akan terapkan pada pola pengembangan komoditas vanili. Terpisah, Wakil Bupati Temanggung, R Heri Ibnu Wibowo menyebut, saat ini pemerintah juga tengah serius untuk mencoba menjajaki pengembangan tanaman vanili. Selain kondisi geografi yang cukup mendukung, hasil panen vanili juga diklaim sanggup meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Salah satu pola pengembangan yang akan dicapai adalah dengan melakukan sistem tumpang sari dengan tanaman kopi yang banyak tersebar di beberapa kawasan sentra. Dengan sistem ini, petani dapat memperoleh keuntungan ganda apabila dapat menjual panenan kopi berbarengan dengan vanili. Sistem tumpangsari kami anggap cocok karena memang tanaman ini bisa tumbuh menjalar di batang-batang tanaman lain sebagai penyangga. Oleh karena itu, menduetkan kopi dan vanili kami rasa sebagai sebuah terobosan yang baik mengingat harga vanili memang cukup tinggi, ditambah dengan harga kopi lokal yang mengalami tren kenaikan bekalangan ini, bebernya. (riz)