Sektor Industri Masih Minim Serap Penyandang Disabilitas, Wabub Kudus: Ke Depan Akan Ada Aturannya

tribunnews 12-10-18 15:53 nasional

Laporaan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali TRIBUNJATENG.COM, KUDUS Penyandang disabilitas masih belum mendapatkan ruang layaknya orang normal pada umumnya untuk bekerja di sektor industri. Keberadaan mereka tak jarang menjadi beban karena tidak bisa berkreasi dan tidak bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kudus Hartopo meminta agar sektor industri yang ada di Kudus maupun UMKM hendaknya memberi peluang kepada penyandang disabilitas. Atau, selain memberi peluang, barangkali bisa menyalurkan dana sosial atau corporate social responsibility (CSR) untuk kepentingan pemberdayaan disabilitas di Kudus. Ke depan saya minta warga Kudus yang punya usaha untuk berkontribusi dalam memberdayakan disabilitas. Selama ini baru ada satu usaha yang telah menyerap tenaga dari disabilitas, kata Hartopo dalam peluncuran Sheltered Workshop Peduli Mugi Berkah di Balaidesa Demaan, Kudus, Jumat (12/10/2018). Lebih lanjut Hartopo mengatakan, apa yang direncanakan tersbut akan lebih kuat jika dilandasi dengan regulasi. Maka, pihaknya akan segera merancang Ranperda terkait penyerapan tenaga kerja dari disabilitas. Ke depan akan ada Ranperda dulu terkait hal ini. Kami akan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terlebih dulu, tandasnya. Dalam kesempatan tersebut diresmikan juga kelompok pemberdayaan disabilitas bagi penyandang tunagrahita. Sebanyak 32 penyandang mendapat fasilitas untuk menunjang keterampilannya. Mulai dari membatik, membuat keterampilan keset, dan beternak. Program tersebut bekerja sama dengan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung. Bagi para penerima manfaat, diberi fasilitas untuk mengasah keterampilan sesuai dengan kesukaan mereka. Intinya sesuai dengan hobi apa yang diinginkan oleh penerima manfaat. Kalau sukanya beternak, ya dibantu untuk memiara hewan ternak misalnya kambing, kata Kepala BBRSBG Kartini Temanggung, Muhardjani. Menurutnya, untuk ke depan mereka akan tetap mendapat pendampingan dari petugas tenaga kesejahteraan sosial. Sementara agar mereka tetap bisa berkarya, maka Pemkab Kudus diharapkan bisa memberi dorongan melalui pemasaran produk hasil karya penyandang tuna grahita. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kudus Lutful Hakim mengatakan, pihaknya siap untuk membantu pemasaran produk dari penyandang disabilitas. Yaitu dengan mengikutkan ke sejumlah pameran dan menyarankan kepada ASN di lingkungan Pemkab untuk membeli hasil karya mereka. Dengan begitu mereka bisa terus berkarya, kata Lutful. Sementara dalam program pemberdayaan penyandang tunagrahita kali ini baru menyentuh 32 orang. Padahal di Kabupaten Kudus terdapat sedikitnya 188 tunagrahita. Oleh sebab itu, ke depan akan ada program serupa agar seluruh penyandang disabilitas bisa terakomodir untuk mendapatkan pelatihan keterampilan. Sebanyak 32 penyandang disabilitas itu hanya ada di Kecamatan Kota, masih belum ke kecamatan lain. Ke depan semoga bisa mengakomodir semuanya, kata dia. (*)