Bupati Temanggung Canangkan Gerakan "Sehari Minum Kopi" Setiap Jumat

kompas 12-10-18 15:21 nasional

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Bupati Temanggung HM Al Khadziq akan mencanangkan gerakan " sehari minum kopi" di lingkungan pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, setiap hari Jumat. Ia akan menerbitkan surat edaran (SE) yang berisi imbauan ke kantor-kantor pemerintahan Temanggung hingga level terbawah (desa) untuk merealisasikan gerakan ini. "Tiap hari Jumat kami akan tetapkan sebagai hari minum kopi di Temanggung. (Pegawai) yang tidak ngopi bisa minum kopi, yang awalnya minum 1 sampai 2 gelas nanti bisa lebih banyak lagi, tentu kopinya lokal Temanggung," kata Khadziq, Jumat (12/10/2018). Menurutnya, gerakan ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat, khususnya para petani dalam mengembangkan kopi lokal yang tumbuh melimpah di tanah Temanggung. Kopi asli Temanggung memiliki citarasa dan aroma yang unik, karena tumbuh subur berdampingan dengan tanaman tembakau dan lainnya di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro. Bicara kopi, Temanggung merupakan pusatnya kopi jawa (java coffee). Java coffee yang sudah terkenal di dunia itu asalnya dari Temanggung. Kami memiliki kopi jenis robusta, juga arabika yang punya khas tersendiri, yakni ada aroma tembakau yang tidak dimiliki daerah lainya, ucapnya. Tujuan dari gerakan ini, kata Khadziq, tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani, serta masyarakat yang bergerak di bidang kopi Temanggung. Khadziq mengatakan, persoalan yang dihadapi selama ini adalah kopi lokal Temanggung sering diberi brand atau merek daerah lain setelah jatuh ke tangan tengkulak. Hal ini dianggap merugikan. Selain itu, kopi asli Temanggung tidak dikenal oleh masyarakatnya sendiri. Kondisi ini berbeda dengan komoditas tembakau ketika banyak tembakau dari luar daerah yang masuk ke pasaran Temanggung. Khadziq juga meminta kepada para pengusaha untuk memformulasikan kopi lokal yang harganya lebih murah dibanding kopi pabrik, namun tetap memperhatikan kualitas. Ia melihat selama ini kopi lokal kalah bersaing dengan kopi pabrik sehingga kurang diminati. Pemerintah daerah sendiri tidak mempersoalkan jika ada investor yang masuk ke Temanggung dengan catatan tidak merugikan petani dan masyarakat pegiat kopi lokal. Untuk investor masuk ke Temanggung tidak masalah, bagus-bagus asalkan menguntungkan petani kopi atau perajin kopi. Lha yang khawatirkan kopi kita diambil orang lain yang merugikan petani atau pelaku kopi. Coba nanti kita cari formula kebijakan, yang berpihak (melindungi) petani atau pelaku kopi, ungkapnya.