Pengedar Sabu Tak Satu Jaringan

radarsemarang 13-06-14 10:47 umum

TEMANGGUNG Jajaran Reserse Narkoba Polres Temanggung kembali menggulung dua orang yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Sebelumnya, tim meringkus pengguna sabu-sabu di Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan. Tercatat, selama Juni 2014, Polres menangani empat kasus narkoba jenis sabu. Dari empat kasus, total lima tersangka tengah diproses. Dua orang berhasil diamankan. Terakhir, YLN alias Gendus, 31; dan SGY alias Gareng, 38. Keduanya ditangkap di tempat berbeda. Masing-masing berperan sebagai penjual dan pemakai narkoba golongan jenis satu. Benar kami tengah memproses kasus tersebut dengan tersangka atas nama YLN, warga Kecamatan Kledung sebagai pengguna dan SGY, 38, sebagai penjual, kata Kasubag Humas Polres Temanggung Kompol Djumianto mewakili Kapolres AKBP Dwi Indra Maulana. Dari tangan tersangka Gendus, petugas mengamankan barang bukti berupa 0,5 gram sabu-sabu. Sedangkan dari tangan Gareng, petugas mengamankan 0,9 gram sabu-sabu siap edar yang dibungkus dalam empat kemasan plastik kecil. Petugas juga menemukan dua bungkus koran berisi batang, daun, dan biji kering yang diduga narkotika jenis ganja. Barang bukti kami peroleh dari tangan tersangka. Dengan barang bukti tersebut, tersangka tidak bisa mengelak. Barang bukti bersama tersangka, sekarang kami amankan di Mapolres untuk proses hukum selanjutnya. Hasil pengembangan penangkapan Gendus, Reskrim Temanggung berhasil membekuk Gareng sebagai pengedar. Gareng juga ditangkap di rumahnya. Gareng merupakan residivis yang baru saja dibebaskan dari penjara dengan kasus yang sama. Sebelumnya, lanjut Djumianto, pihaknya juga berhasil membekuk seorang pengguna sabu-sabu di lingkungan pintu gerbang masuk SMP Al Iman Parakan. Selain itu, juga berhasil mengungkap dua kasus narkoba golongan satu jenis sabu pada April dan Mei lalu. Hasil pengembangan penyidikan mengungkap, antar-tersangka tidak ada keterkaitan. Meski begitu, pihaknya akan terus berusaha membongkar jaringan peredaran narkotika di wilayah Temanggung. Mereka bukan jaringan, dari lima tersangka, hanya satu tersangka sebagai pengedar. Sedangkan empat lainnya hanya pengguna saja. Kelima tersangka, kini mendekam di ruang tahanan Mapolres. Mereka diancam dengan primer pasal 112 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1), subsider pasal 114 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun. Sedangkan paling lama 15 tahun. Sedangkan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta; dan paling banyak Rp 8 miliar. Kepada penyidik, tersangka Gendus mengaku hanya dititipi barang-barang haram tersebut oleh SFT, yang tak lain tetangganya sendiri. Barang-barang tersebut, sudah dua minggu lamanya, berada di rumah tersangka. (zah/lis/ce1)