Festival Lembutan Diharap Tingkatkan Nilai Jual Tembakau

magelangekspres 11-10-18 12:09 nasional

BANSARI Festival Lembutan yang digelar oleh masyarakat di Kecamatan Bansari diharapkan mampu meningkatkan nilai jual tembakau, sehingga ke depan kesejahteraan petani tembakau bisa lebih meningkat. Selain bisa dirajang untuk dijual ke pabrikan, ternyata tembakau bisa diproduksi dengan cara lain, yakni dirajang lembut (kecil), kata Gubernur Jawa Tengah ganjar Pranowo usai membuka festival lembutan di Kecamatan Bansari, Rabu (10/10). Ia mengatakan, Festival Lembutan ini selain bisa mengangkat tembakau asli Temanggung dalam produk lain, juga sebagai salah sau daya tarik wisata. Di daerah lain belum ada, ini sangat berpotensi sebagai tujuan wisata, ungkapnya. Gubernur berharap, Festival Lembutan ini terus dikembangkan, dipromosikan jadi tempat wisata, apalagi didukung oleh kondisi alam yang indah. Menurut Ganjar hal yang menarik dari festival ini adalah bisa memunculkan kreativitas lokal, mengolah tembakau menjadi tembakau bentuk lain yang mempunyai nilai jual lebih baik. Selain itu lanjut Gubernur, tembakau lembutan ini menjadi salah satu solusi bagi para petani tembakau saat harga tembakau tidak sesuai dengan harapan. Solusi yang sangat bagus, industri kreatif seperti ini yang sangat dibutuhkan, sehingga ketergantungan petani akan berkurang, katanya. Selain tembakau, di wilayah Bansari bawang merah juga tidak dijual brambang begitu saja tetapi dijadikan brambang goreng. Selain itu juga miniatur-miniatur dalam bentuk gantungan kunci, warga membuat kaus sendiri sehingga muncul industri kreatif. Melalui festival ini, potensi yang dimiliki desa ini nantinya bisa lebih maju lagi, karena daya dukung alamnya bagus untuk menarik orang datang berwisata. Tinggal buat event yang kreatif, ngajak orang ke sini, dan perbaiki penyelenggaraannya tiap tahun dan jadikan kegiatan ini sebagai kalender event tahunan maka bisa menarik, katanya. Ketua Panitia Festival Lembutan Agus Zamroni menuturkan Festival Lembutan diikuti oleh 13 desa yang ada di Kecamatan Bansari, masing-masing desa menampilkan potensi unggulannya. Dalam festival ini masing-masing desa juga mengirimkan perwakilan untuk ikut lomba merajang tembakau lembutan secara manual. Menurutnya, tembakau lembutan ini biasanya digunakan untuk konsumsi sendiri, tembakau ini berbeda dengan yang dihasilkan dari mesin perajang yang hasilnya lebih kasar. Memang awalnya untuk konsumsi sendiri, namun sekarang sudah mulai banyak masyarakat yang mulai melinitng sendiri sehingga kebutuhan tembakau lembutan ini meningkat, terangnya. Kecamatan Bansari memiliki kekayaan alam yang melimpah, salah satunya adalah tembakau. Dari tembakau yang dirajang lembutan bisa meningkatkan perekonomian petani, karena petani bisa menentukan harga sendiri. Festival Lembutan baru pertama kali diselenggarakan, kami berharap agar kegiatan ini nanti menjadi tolak ukur acara tahunan mendatang, katanya. Harga tembakau lembutan dari Rp50 ribu hingga Rp2 juta per kilogram. Dengan harga ini tembakau lembutan menjadi pilihan petani saat harga tembakau sudah tidak lagi sesuai dengan harga produksi. Memang jualnya tidak langsung banyak, tapi harganya cukup bagus. Sekarang banyak petani yang mulai produksi tembakau lembutan dan disimpan untuk dijual secara bertahap, katanya. (set)