PLD Wajib Kembangkan Potensi Desa

magelangekspres 11-10-18 12:11 nasional

TEMANGGUNG Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada seluruh Pendamping Lokal Desa (PLD) untuk terus menjadi poros serta sosok yang mampu memberikan peran berarti bagi masing-masing desa yang mereka ampu. Tujuannya adalah agar desa yang bersangkutan mampu mengangkat seluruh potensi yang dimiliki sehingga roda perekonomian dapat berputar semakin cepat dan membawa imbas kesejahteraan bagi warga masyarakat yang bermukim di dalam maupun sekitarnya. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka acara Bursa Inovasi Desa Kabupaten Temanggung 2018 di Pendopo Pengayoman, Rabu (10/10). Terlebih, menurutnya, dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sejatinya masih menjadi problematika tersendiri bagi beberapa desa. Pasalnya, masih banyak perangkat serta komponen desa lain yang belum siap dalam hal pengelolaan, perencanaan, proses, hingga masalah transparansi penggunaan anggaran yang diperoleh. Hal ini belum termasuk masalah pemetaan geografis dan monografi agar harapan pemerintah membangun dari kawasan pinggiran segera tercapai. Saya beri PR masing-masing PLD untuk terus mendampingi desa dan mampu mengangkat potensi masing-masing desa yang bersangkutan. Termasuk mengawal penggunaan dana desa itu sendiri. Contoh saja, di Temanggung kan banyak varian kopi berikut baristanya. Coba membuat sebuah pertunjukan, ini pasti bisa menjadi daya tarik dan menaikkan harga jual kopi itu sendiri, ujarnya. Lanjut Ganjar, pemetaan potensi, geografis, dan kondisi masyarakat sangat penting dilakukan. Terlebih, mayoritas angka kemiskinan terkonsentrasi di wilayah pedesaan. Oleh sebab itu, ia mendesak pemerintah desa untuk dapat memverifikasi masalah monografi mengingat Pemprov Jateng menargetkan single digit untuk masalah angka kemiskinan. Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengevaluasi sejauh mana kesuksesan pembangunan desa dari pinggir sekaligus seperti apa perkembangan pembangunan fisik hingga non fisik. Apalagi, setiap tahun anggaran dana desa di Jawa Tengah terus mengalami kenaikan. Mulai tahun 2015 sebesar 2,2 triliun, 2016 Rp5,002 triliun, 2017 Rp6,38 triliun, dan 2018 sebesar Rp6,74 triliun. Tapi ya jangan ada manipulasi biar statistik angka kemiskinan yang ada rill seperti kondisi di lapangan. Saya ingin desa yang berprestasi dapat belajar ke luar negeri untuk mengetahui wawasan baru seperti apa konsep desa sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, pinta Ganjar. Sementara itu, Bupati Temanggung, HM Al Khadziq menambahkan, dana desa merupakan sebuah peluang bagi setiap desa untuk mulai mengembangkan kreasi sesuai dengan potensi dan inovasi masing-masing pihak yang ada di dalamnya. Apabila berhasil, maka masalah-masalah sosial seperti pengangguran dan kemiskinan dapat teratasi. Di Kabupaten Temanggung sendiri, imbuhnya, terdapat potensi lokal yang dapat dikembangkan, terutama sektor pertanian dan perkebunan seperti komoditas tembakau, kopi, panili, merica, kemukus, bawang putih, dan aren. Tahun 2018 alokasi dana desa di Temanggung adalah sebesar Rp213 miliar untuk 266 wilayah. Kami berharap tahun 2019 mendatang, anggarannya naik menjadi Rp255 sampai Rp260 miliar sehingga masing-masing desa dapat mempeorleh antara Rp800 juta sampai Rp1,5 miliar. Semoga semua desa mampu mengembangkan potensi sehingga kesejahteraan warga meningkat, pungkasnya. (riz)