Kebakaran Hutan Lindung Padam Total

magelangekspres 22-09-18 14:33 nasional

*Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah* TEMANGGUNG Sempat mengalami kebakaran hebat selama hampir dua pekan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung akhirnya menyatakan bahwa kebakaran kawasan hutan lindung di Gunung Sumbing dan Sindoro telah seratus persen padam, terhitung pada Jumat (21/9). Padamnya titik api sendiri tak lepas dari peran berbagai pihak yang telah melakukan upaya pemadaman, baik secara manual oleh ratusan personel gabungan dibantu para relawan, maupun metode pemadaman via udara (water bombing) dengan bantuan helikopter Kamov milik Badan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB). Sudah, api sudah padam per hari ini, ungkap Plt Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi. Akibat kebakaran tersebut, pihaknya juga telah menghitung total lahan yang terbakar hingga dampak kerugian secara material di kedua gunung itu. Luas area hutan lindung yang terbakar secara keseluruhan mencapai 892,5 hektar dengan rincian untuk Gunung Sumbing mencapai 506,9 hektar, sedangkan Gunung Sindoro yakni 385,6 hektar. Sementara itu, terkait masalah kerugian material, berdasar penghitungan sampai saat ini jumlah keseluruhannya menyentuh angka Rp133.860.000 dengan rincian Rp76.035.000 untuk Gunung Sumbing dan Rp57.825.000 untuk Gunung Sindoro. Besarnya kerugian sendiri dikarenakan api melahap kawasan hutan lindung yang tidak hanya berisi rumput ilalang saja, namun juga vegetasi pepohonan kayu keras yang memiliki nilai ekonomis tinggi, tukasnya. Kendati telah dinyatakan padam secara keseluruhan, namun pihaknya masih terus memberlakukan pemantauan berkala dengan menempatkan para petugas di masing-masing posko. Hal ini ditempuh guna mengantisipasi kemungkinan masih munculnya titik api baru mengingat saat ini masih banyak ditemukan padang ilalang yang sangat kering di sekitar lokasi bekas kebakaran serta hembusan angin yang sangat kencang. Kami akan terus memantau sampai status padam total ini berjalan beberapa hari. Jangan sampai kita lengah apabila sewaktu-waktu muncul kembali nyala api mengingat situasi saat ini masih rentan terjadi kebakaran, ujarnya. (riz)