Penjual Satwa Langka Dituntut 18 Bulan

radarsemarang 28-01-14 13:15 nasional

MUNGKID Kasus pidana jual beli satwa langka dengan terdakwa Suryanto, 30, warga Kampung Malanggaten Kota Magelang memasuki tahap penuntutan, kemarin. Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim PN Mungkid menjatuhkan pidana penjara selama 18 bulan. Jaksa penuntut umum (JPU) Titin Resthiana mengatakan terdakwa terbukti bersalah karena memperniagakan satwa-satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Dalam perkara ini, terdakwa telah melakukan perbuatan yang melanggar pasal 21 ayat (2) huruf a jo pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1999, kata dia dalam sidang yang dipimpin Ali Sobirin. JPU merinci sejumlah satwa liar yang diperjualbelikan oleh terdakwa. Antara lain, kucing hutan, burung hantu, burung alap-alap, burung elang, kijang, landak, trenggiling, dan kukang. aneka satwa itu termasuk yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Dalam PP di atas disebutkan, untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa-satwa tersebut harus seizin dari Menteri Kehutanan. Faktanya, terdakwa belum mengantongi Izin tersebut, katanya. JPU Titin mengatakan, motivasi terdakwa tergiur untung yang akan didapat, sehingga bersemangat untuk memburu sejumlah satwa sampai ke pasar Wonosobo, Salatiga, Parakan (Temanggung) dan Muntilan. Bermodal Rp 10 juta, terdakwa membeli satwa-satwa hasil tangkapan langsung dari petani atau pemilik. Seekor burung elang hutan misalnya, dibeli dari orang tak dikenal di pasar Wonosobo Rp 200.000. Rencananya, akan dijual Rp 250.000. Untuk burung alap-alap yang dibeli dari petani di Muntilan seharga Rp 50.000, akan dijual Rp 75 ribu. Jadi, dari seekor burung, terdakwa bisa meraup untung Rp 25.000 sampai Rp 50.000, katanya. Tetapi sebelum usahanya berjalan, terdakwa keburu ditangkap petugas dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri saat berjualan di Pasar Burung Muntilan, 10 September 2013 lalu. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti antara lain, 4 ekor burung hantu, 3 ekor burung elang brontok, 3 ekor kucing hutan, 2 ekor elang brontok. Ditambah 2 ekor kukang, 1 ekor kijang, 1 ekor landak, dan 1 ekor bajing terbang. Satwa-satwa itu dimasukkan ke dalam kandang dari kawat besi dengan ukuran bervariasi, sesuai besar kecilnya satwa bersangkutan. (vie/lis)