Basecamp Gunung Sindoro-Sumbing Ditutup, Pendaki bisa Beralih ke Gunung Prau

tribunnews 14-09-18 14:11 nasional

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki TRIBUNJATENG COM, WONOSOBO - Kebakaran yang melanda hutan Gunung Sindoro dan Sumbing memantik keprihatinan banyak pihak. Pendaki kini pun harus menunda keinginannya untuk mendaki dua gunung yang biasa dijuluki Gunung Kembar tersebut. Pasalnya, seluruh basecamp pendakian di dua gunung itu telah ditutup sementara hingga batas waktu yang tak ditentukan. googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); Tetapi tak perlu khawatir, pendaki bisa menjelajahi gunung lain di Jawa Tengah yang tak kalah menawan dari Sindoro dan Sumbing. Satu di antara gunung yang direkomendasikan adalah Gunung Prau di kawasan Dieng Jawa Tengah. Gunung Prau bisa jadi pelipur kekecewaan para pendaki yang harus mengurungkan rencananya mendaki Gunung Sindoro maupun Sumbing. var unruly = window.unruly || {};unruly.native = unruly.native || {};unruly.native.siteId = 1082418; Pendaki hanya butuh membelokkan langkahnya sedikit. Sebab letak Gunung Prau tidak jauh dari dua gunung kembar itu. Sebagian kaki Gunung Sindoro bahkan masih berada dalam satu kecamatan dengan lereng Gunung Prau, yakni Kecamatan Kejajar Wonosobo. Jika ingin mendaki puncak Gunung Sindoro via Kejajar Wonosobo, pendaki bisa melalui basecamp Desa Sigedang Kecamatan Kejajar dengan waktu tempuh 6-7 jam. Rute melalui jalur ini disebut paling cepat mencapai puncak setinggi 3153 mdpl tersebut. Hanya berbeda desa, melalui Desa Patakbanteng Kecamatan Kejajar, pengunjung bisa menjelajahi Gunung Prau. Melalui jalur ini, pendaki hanya butuh waktu 2 jam untuk mencapai puncak Prau setinggi sekira 2565 mdpl ini. Adapun basecamp Gunung Sumbing terletak lebih jauh yang terbagi dalam 14 jalur pendakian resmi baik melalui Kabupaten Wonosobo, Temanggung hingga Magelang. Gunung Sindoro, Sumbing dan Dieng jika disaksikan dari kejauhan memang terlihat berjejer. Kaki-kakinya menyambung berselimut awan. Tak ayal, dari masing-masing puncak gunung ini, pemandangan ketiga gunung tersebut terlihat gagah karena berdekatan. Pengelola Basecamp Gunung Prau via Patakbanteng Misyadi memperkirakan, sebagian pendaki yang mengurungkan niat mendaki Gunung Sindoro maupun Sumbing kemungkinan beralih ke Gunung Prau. Pasalnya, lokasi Gunung Prau berdekatan dengan dua gunung itu. Basecamp Gunung Prau pun masih dibuka untuk pendakian saat dua gunung kembar itu ditutup sementara karena kebakaran. "Saat ini jumlah pendaki di sini masih normal. Gak tahu sabtu-minggu nanti, karena kemungkinan yang mau ke Sindoro Sumbing dialihkan ke sini (Prau), karena di sana kan tutup,"katanya Sebagaimana diketahui, seluruh jalur pendakian Gunung Sindoro ditutup sementara sejak Jumat (7/9) lalu, karena kebakaran hebat melanda ratusan hektar kawasan hutan di gunung tersebut. Hari berikutnya, Senin (10/9), seluruh basecamp Gunung Sumbing menyusul ditutup sementara untuk aktivitas pendakian karena kebakaran serupa. Semenjak kejadian di dua gunung itu, kata Misyadi, Perhutani sebetulnya menyarankan agar basecamp Gunung Prau ikut ditutup untuk mengantisipasi kejadian serupa. Tetapi pengelola basecamp punya pertimbangan lain. Jika jalur pendakian ditutup, pihaknya justru mengkhawatirkan adanya pendaki gelap atau ilegal yang tidak melalui jalur resmi yang dijaga petugas. Ini tentu lebih berisiko lantaran aktivitas pendaki gelap ini tidak terkontrol oleh pengelola basecamp. Keberadaan pendaki gelap ini bisa berujung masalah karena tidak mendapatkan arahan dari pengelola basecamp. Jika basecamp dibuka, pihaknya akan lebih bisa memerhatikan dan mengawasi aktivitas para pendaki agar tidak menimbulkan persoalan kemudian. Sebab seluruh pendaki yang melalui jalur resmi akan terdata dan mendapatkan arahan dari petugas, semisal terkait apa yang harus atau tidak boleh dilakukan saat melakukan pendakian. "Selain itu, kalau basecamp ditutup, kami khawatir ilegal logging akan marak," katanya. (*)