Ngaji Literasi, Galakkan Gerakan Anti-Copy Paste

radarsemarang 17-04-17 10:05 teknologi

TEMANGGUNGBerita hoax atau berita bohong yang belakangan ini berseliweran di media sosial (medsos), menjadi perhatian serius sejumlah lembaga di Temanggung. Di antaranya, Komunitas Rumah Pena Kita (RPK), Radio Santika FM Temanggung, dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) GRIP STAINU Temanggung. Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luasutamanya generasi muda akan pentingnya memilah dan memilih berita tiga lembaga tersebut menggelar acara ngaji literasi media. Menghadirkan Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuantoro. Acara berlangsung di aula kampus STAINU Temanggung, akhir pekan lalu. Kegiatan ini berbarengan dengan HUT ke-3 Radio Santika FM. Ketua Panitia Ngaji Literasi Media, Adi Budiawan, menuturkan, melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat melek media, bisa mengetahui hal-hal positif dari media, serta bisa memanfaatkan media untuk kepentingan positif. Menyikapi berita hoax yang belakangan marak di medsos, Adi mengajak masyarakat untuk berhati-hati dalam mencerna isi media. Jika mendapat informasi atau berita, jangan ditelan mentah-mentah, ketahui dulu dari mana sumbernya dan kroscek kebenarannya. Jangan asal mem-posting dan men-share ke grup atau medsos. Adi bersama teman-teman kini juga tengah menggalakkan gerakan anti copas (copy paste). Menurutnya, copas informasi atau berita yang tidak jelas, harus diminimalisias. Bahkan harus dihindari agar tidak menyesatkan masyarakat. Wakil Ketua KPID Jawa Tengah Asep Cuantoro menuturkan, Undang-Undang Penyiaran memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut serta dalam penyiaran. Salah satu pengejawantahannya adalah literasi media. Menurutnya, literasi media harus terus dikampanyekan agar masyarakat jadi cerdas bermedia. (san/isk)