Tiga SD Harus Regrouping

radarsemarang 24-01-14 13:05 travel

TEMANGGUNGHasil monitoring satuan pendidikan yang dilakukan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung merekomendasikan tiga sekolah di Kecamatan Kranggan dilakukan regrouping. Sekolah itu memiliki siswa sedikit, sementara sekolah yang berdekatan dengan sekolah tersebut kekurangan siswa. Oleh karena alasan tersebut, maka ada tiga sekolah yakni di Kecamatan Kranggan yang perlu dilakukan regrouping. Sedangkan sekolah-sekolah lain perlu didata ulang untuk melakukan regrouping, jelas Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Zaenal Faizin. Dia menyebutkan, monitoring yang berlangsung Oktober-Desember 2013 tersebut khusus untuk mengetahui secara riil peta dan kondisi SD negeri se-kabupaten Temanggung dengan sumber utama 20 unit pelaksana tugas (UPT) pendidikan di wilayah itu. Monitoring tersebut memfokuskan perhatian terhadap keadaan gedung sekolah, sarana prasarana, guru dan murid sekolah dasar. Dari hasil monitoring tersebut, kata Zaenal, dari 430 SD negeri se-Kabupaten Temanggung ternyata terdapat 72 sekolah dasar yang lokasinya berdekatan satu dengan lainnya. Di antara gedung sekolah yang berdekatan tersebut ada yang satu desa ataupun dua desa namun berdekatan, terang Zaenal. Tetapi, dari 72 SDN yang berdekatan diatas paling mendesak untuk dilakukan regrouping adalah tiga SD di Kecamatan Kranggan karena miliki rombongan belajar kecil, yakni 7 siswa. Jumlah siswa di UPT Kranggan sebanyak 3621 siswa yang terbagi dalam 174 rombongan belajar, dan rombongan belajar terkecil 7 siswa dan terbesar 55 siswa, paparnya. Diakui, minimnya jumlah siswa tersebut bukan satu-satunya alasan sekolah dasar untuk dilakukan regrouping, melainkan ada sebab lain seperti keberadaan guru dan kondisi kelas. Dipaparkan, selain Kranggan ada juga di kecamatan lain yang memiliki rombongan belajar terkecil hanya 1 siswa (Kecamatan Tretep), 2 siswa (Temanggung dan Pringsurat), serta 3 siswa (Kecamatan Parakan). Meski begitu, tak diusulkan untuk dilakukan regrouping oleh Dewan Pendidikan. Menurut Zaenal Faizin, untuk melakukan regrouping bagi SD yang berdekatan memang tidak mudah, sebab harus terlebih dahulu mengetahui data yang pasti sebelum disatukan dengan SD lain. Jumlah siswa SDN di 20 UPT di Temanggung sebanyak 61.658 siswa terbagi 2.766 rombongan belajar. Oleh karenanya, terang mantan Panwaslukab itu, sebelum mengambil kebijakan regrouping SD, Pemkab Temanggung perlu melakukan pendataan ulang keberadaan sekolah dasar yang saling berdekatan satu sama lain, baik dalam satu desa maupun dua desa yang bertengga. (zah/lis)