Waspadai Serangan Fajar!

radarsemarang 26-06-18 10:00 properti

Silakan melaporkan kalau ditemukan ada yang masih melakukan kampanye, serangan fajar atau mengintimidasi. Itu kalau diketahui langsung kita tindak tegas. RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Besok, Pilkada Serentak 2018 digelar di Jawa Tengah. Selain Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, terdapat tujuh daerah yang melaksanakan pilkada serentak, yakni Kabupaten Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Tegal, Magelang, dan Kota Tegal. Jelang hari pencoblosan, aparat kepolisian mulai mewaspadai adanya aksi money politics atau serangan fajar yang terjadi saat masa kampanye hingga detik-detik menjelang pencoblosan. Sekarang ini sudah mulai tahapan masa tenang hari kedua. Pada masa tenang ini, juga proses pembersihan alat-alat peraga kampanye yang dilakukan oleh Panwas dan Satpol PP yang di-backup TNI dan Polri, ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro saat gelar apel pasukan pengamanan Pilkada di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Senin (25/5) kemarin. Condro menjelaskan, pada masa hari tenang selama tiga hari sudah diintesifkan oleh Panwas dengan tidak diperbolehkan adanya kampanye, black campaign, money politics, serangan fajar, intimidasi, fitnah, maupun penyebaran kebohongan. Pihaknya menegaskan, Panwaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota, termasuk Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yang ada, juga sudah ditekankan di masa tenang ini tidak boleh ada yang kampanye. Silakan melaporkan kalau ditemukan ada yang masih melakukan kampanye, serangan fajar atau mengintimidasi. Itu kalau diketahui langsung kita tindak tegas, katanya. Pihaknya juga telah menginstruksikan kepada Ditreskrimsus Polda Jateng untuk melakukan patroli cyber selama 24 jam, dan berkoordinasi dengan intelijen. Termasuk tim satgas antiteror juga telah dikerahkan. Tugasnya untuk mengantisipasi terjadinya gangguan-gangguan dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Rakyat tidak boleh diganggu. Banjirilah TPS-TPS ini untuk pencoblosan sesuai dengan hati nurani, jangan sampai ada intimidasi ataupun ancaman. Kita harus terus konsentrasi untuk pengamanan mulai dari pencoblosan pemungutan maupun penghitungan, tegasnya. Condro memastikan seluruh logistik keperluan pencoblosan akan sampai di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing kabupaten/kota pada Selasa (26/6) ini. Dia menyampaikan, logistik keperluan Pilkada sudah dalam proses pendistribusian di masing-masing kecamatan-kecamatan, Senin (25/6) kemarin. Bahkan ada juga yang ke PPS atau desa-desa, besok (hari ini) sudah masuk sampai ke TPS-TPS. Maksimal sebelum jam 06.00 pagi tanggal 27 Juni 2018, harus sudah sampai dan siap semua. Distribusi ini dengan pengawalan anggota TNI dan Polri, ungkapnya. Condro menjelaskan, untuk pengamanan Pilkada Serentak 2018 ini, TNI dan Polri mengerahkan kekuatan sebanyak 21.275 personil. Pengamanan ini sudah dilakukan sejak tahapan-tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Pihaknya juga akan melaksanakan patroli skala besar mulai Selasa (26/6) hari ini. Kita ada dinamika-dinamika untuk pengamanan, di mana patroli sekala besar mulai besok (hari ini). Ada kelompok keempat penjuru mata angin. Ada satu kelompok ke selatan, utara, barat dan timur, itu sampai saat penghitungan suara nanti. Ini untuk langkah pencegahan-pencegahan, jangan sampai ada yang mengganggu proses berlangsungnya Pilkada, tegasnya. Pihaknya juga menyampaikan, untuk TNI dan Polri wajib netral dalam pelaksanaan Pilkada. Artinya, anggota TNI-Polri tidak menggunakan wewenang, tidak memberikan dukungan kepada pasangan calon, tidak memberikan fasilitas dinas bagi pasangan calon, serta tidak memasang atribut pasangan calon. Menurutnya, TNI dan Polri akan memberikan pelayanan yang sama, setara, dan adil kepada semua pasangan calon. Untuk TNI dan Polri wajib netral. Komitmen netralitas ini kita ingatkan terus terhadap suruh jajaran. Di mana deklarasi netralitas sudah kita sampaikan pada saat di Makodam IV/Diponegoro, dan ini kita sampaikan terus di jajaran ke bawah, tegasnya didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Pada kesempatan yang sama, Condro juga menyampaikan Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro menggeser personil ke wilayah kabupaten/kota yang menggelar pilkada untuk menambah kekuatan. Untuk Polda Jateng sendiri, ada 1.200 personil kekuatan lebih yang digeser. Sedangkan jumlah kekuatan TNI dalam pengamanan Pilkada 2018, Condro menyebutkan totalnya sebanyak 9.713 personil. Kemudian hari ini (kemarin) Kota Besar Semarang sudah dilaksanakan serah terima Linmas yang akan menjaga TPS. Satu TPS dijaga dua orang. Total Linmas di seluruh Jateng ada 123 ribu, di sini ada 5 ribu lebih. Brimob sudah kita distribusikan ke kabupaten, termasuk Tim Gegana, katanya. (mha/aro)