Gudang Garam Beli 8.500 Ton

radarsemarang 08-02-14 09:34 travel

TEMANGGUNGKomisi B DPRD Temanggung memastikan produsen rokok, PT Gudang Garam Tbk, tetap akan melakukan pembelian tembakau Temanggung pada musim panen tahun ini. Kuota pembelian tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Kepastian tersebut dinyatakan setelah rombongan Komisi B dan pimpinan DPRD mengunjungi perusahaan rokok yang berada di Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini. Ketua Komisi B DPRD Temanggung, Subkhan Bazari, mengatakan, PT Gudang Garam telah memastikan kuota pembelian sebesar 8.500 ton. Jumlah tersebut telah diperhitungkan oleh PT Gudang Garam Tbk dengan melihat tingkat produktivitas dan persediaan bahan baku. Apabila cuaca mendukung akan membeli tembakau grade F, katanya. Kunjungan Komisi B didampingi oleh Kadinas Pertanian, Masrik Amin, Kabag Perekonomian Setda, Kristi Widodo dan ditemui Wakil Direktur SDM dan PU, Slamet Budiono, Manager Pengadaan Bahan Baku, Alianto dan Bagian Pergudangan, Hartanto. Varietas yang diminta tetap, jenis kemloko, katanya. Kuota tersebut, lanjutnya, dimungkinkan akan terjadi penambahan. Pada musim lalu, PT Gudang Garam mentarget pembelian 8.500 ton, namun pada realisasi pembelain mencapai 15.000 ton. Kepastian pembelian dan kuantitasnya akan melihat kualitas barang pada musim tanam tembakau yang akan dimulai beberapa bulan ke depan. Komisi B DPRD Temanggung memberikan apresiasi atas komitmen PT Gudang Garam yang masih membeli tembakau Temanggung di tengah himpitan peraturan dan kebijakan dari pemerintah pusat yang semakin menekan dan mengarah mematikan industri rokok tanah air, terutama yang berbasis indutri rokok kretek. Pemerintah daerah, DPRD dan pabrikan harus menggalang harmonisasi untuk melawan tekanan-tekanan tersebut, terangnya. Anggota Komisi B DPRD Temanggung, Agus Muslikhin, mengimbau agar para petani tetap menanam tembakau jenis kemloko. Sebab, varietas ini merupakan varietas andalan yang dibutuhkan pabrikan rokok untuk kebutuhan rokok kretek. Kami berharap ada sebuah program dari Gudang Garam tentang budidaya kemloko dan pengolahan pascapanen. Terbukti dari evaluasi musim panen 2013, petani yang mendapatkan pembinaan langsung dari gudang garam hasil panennya lebih baik, katanya. Bagian Pergudangan, PT Gudang Garam, Hartanto, mengatakan, hasil tanam jenis kemloko tahun 2013 sudah baik, hanya saja tidak di dukung oleh cuaca sehingga kualitasnya tidak sesuai harapan. Padahal pabrik tetap melihat kualitas sebagai penentu harga. Soal cuaca saya tidak mau spekulasi dan memberikan harapan yang terlalu tinggi. Sekarang ini cuaca tidak bisa diramalkan, jawabnya. (zah/lis)