Persitema Runner Up, PSIW Terpuruk

radarsemarang 13-04-17 10:10 teknologi

WONOSOBO Tim sepak bola remaja kebanggaan Wonosobo, PSIW U17 kembali menelan kekalahan dalam laga kandang menjamu Persitema Temanggung U17. Bermain di Stadion Kolodete Kalianget, PSIW harus mengakui keunggulan Persitema dengan skor 0-1. Laga lanjutan penyisihan grup C Liga Soeratin 2017 yang dipimpin wasit Dalail dari Batang ini berlangsung cukup seru. Pada pertandingan awal, tempo permainan kedua tim berlangsung cepat. Kedua kesebelasan saling melakukan serangan. Namun pada menit ke 41 babak pertama, kondisi pertahanan PSIW rapuh. Pemain Persitema Ananda Kurnia mampu melesatkan bola dan membobol gawang PSIW. Skor 0-1 untuk tim tamu. Usai turun minum, PSIW berusaha memperkokoh pertahanan sekaligus mendominasi serangan ke gawang Persitema. Berbagai upaya dilakukan melalui semua lini untuk membobol pertahanan Persitema. Sejumlah peluang tercipta. Seperti penyerang PSIW Goris yang telah melewati penjaga gawang Persitema, tak mampu mencetak gol karena keburu direbut pemain belakang lawan. Pada menit 65, wasit Dalail mengeluarkan kartu kuning kedua dan disusul kartu merah kepada pemain Persitema Bagus Mahasesa. Meski Persitema bermain dengan 10 pemain, tapi PSIW tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Sejumlah peluang tak mampu dieksekusi menjadi gol. Hingga peluit akhir berbunyi, kedudukan tetap 0-1. Kondisi ini membuat PSIW terpuruk di dasar klasemen sementara tanpa meraih poin dari 5 kali pertandingan. Sementara Persitema berada di posisi runner up klasemen dengan 12 poin hasil 4 kali menang dan sekali kalah. Puncak klasemen sementara dikuasai PSCS Cilacap yang kemarin menang 1-0 melawan Persibangga. Pelatih PSIW Muhaimin Hikmatiar mengakui pertahanan Persitema cukup baik. Dengan formasi permainan 4-4-2 yang diterapkan, anak asuhnya belum mampu membobol gawang Persitema. Namun saya mengaku bangga, meski kalah kualitas permainan anak-anak kami ada peningkatan, katanya. Dengan kekalahan kemarin, Muhaimin mengakui bahwa peluang PSIW untuk lolos ke babak selanjutnya sudah tertutup. Meski demikian, ia memastikan akan tetap berjuang meraih kemenangan menghadapi 3 laga sisa. Yakni laga tandang melawan Persibangga Purbalingga dan PSCS Cilacap serta laga kandang melawan Persibas Banyumas. Kami tidak boleh drop, meski dari skema apapun persiapan yang kami miliki rendah. Namun kami memiliki semangat, saat ini kami sedang mencoba bangkit, katanya. Situasi yang dialami PSIW memang cukup terpuruk, karena persiapan yang pendek menghadapi Liga Soeratin 2017. Modal yang dimiliki hanya semangat, apalagi dukungan Pemerintah Kabupaten sangat rendah. Bahkan dukungan dana dari dari Pemkab Wonosobo hanya Rp 50 juta untuk setahun dan hingga saat ini belum cair. Menurut perhitungan manajemen PSIW, untuk bertanding dalam 5 laga sudah menghabisakan anggaran lebih dari Rp 100 juta Dalam pertandingan kemarin juga diwarnai aksi protes dari suporter. Mereka meminta bupati Wonosobo agar peduli dengan sepakbola. Suporter Laskar Kolodete di tribun timur membentangkan spanduk bertuliskan : Pak Bupati, Kami Butuh Stadion. (ali/ton)