Komitmen Dewan, Percepat Pembangunan Jateng

radarsemarang 31-07-18 08:30 otomotif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng berkomitmen mendorong percepatan pembangunan wilayah Jateng. Karena itulah, setelah dilakukan rapat paripurna dengan agenda Pengumuman Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Terpilih dalam Pilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, Gubernur Ganjar Pranowo-Wakil Gubernur Taj Yasin, Senin (30/7) kemarin, langsung mengirimkan surat permohonan pengesahan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi kepada Jawa Pos Radar Semarang sebelum dilaksanakan rapat paripurna dewan. Menurutnya, komitmen dewan tersebut penting. Sebab, jika dewan tidak segera melakukan percepatan penetapan gubernur-wakil gubernur terpilih, maka banyak program dan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang bisa tersendat hanya persoalan administratif. Dengan komitmen mempercepat pembangunan untuk Jateng, maka semua tertata rapi dan semua sektor bisa bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga pembangunan bisa berjalan secara berkesinambungan. Dan kesejahtetaan masyarakat bisa ditingkatkan di semua lini, harapnya. Meski begitu, pihaknya mendorong gubernur-wakil gubernur terpilih untuk merealisasikan dan menepati janji-janjinya saat kampanye. Selain itu, rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dalam 5 tahun ke depan juga harus direalisasikan secara konsisten. Harapannya, rakyat Jateng benar-benar bisa merasakan adanya peningkatan pembangunan yang linier dengan peningkatan kesejahteraan, tuturnya. Sedangkan lima tahun sebelumnya, kata Rukma, menjadi bahan evaluasi dan instropeksi dalam menjalan pemerintahan ke depan yang lebih baik lagi. Kebijakan dan program yang sebelumnya belum sesuai harapan, masih ada waktu lima tahun ke depan untuk memperbaikinya. Apalagi tahun 2019 mendatang, seluruh negeri ini tak terkecuali Jateng akan menghadapi pesta demokrasi. Tak hanya pemilihan legislatif (Pileg) tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota, serta anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), juga ada pemilihan presiden (Pilpres). Maka seluruh stakholder, harus menyiapkan diri dan menjaga situasi dan kondisi masyarakat tetap kondusif. Jangan sampai terjadi pergolakan, yang bisa merugikan semua pihak. Kondusivitas yang perlu dijaga tak hanya dari sektor keamanan dan ketertiban, tapi terpenting kondisi perekonomian tetap stabil dan syukur-syukur meningkat dinamis, tandasnya. Menurutnya, jika pelaksanaan Pilgub 2018 lalu, masyarakat memilih lebih didasarkan pada personality dan ketokohan. Kendati tetap menggunakan mesin partai masing-masing pendukung calon. Kondisi tersebut berbeda dengan Pileg yang dibarengkan dengan pilpres mendatang. Dalam Pileg, masyarakat akan fokus pada lembaga partai yang dipilih. Dan Pilpres akan menekankan pada partai dan ketokohan. 2019 adalah gawe besar yang harus disengkuyung bersama, tandas Rukma yang Pileg tahun 2019 mendatang akan maju sebagai anggota legislatif pusat atau DPR RI melalui daerah pemilihan (Dapil) 9, yakni Temanggung, Wonosobo dan Purworejo. Rukma mengaku dirinya sudah 3 periode menjadi anggota legislatif di DPRD Jateng. Selama itu, satu periode menjadi ketua komisi D dan dua periode menjadi ketua DPRD Jateng. Sudah 3 periode di DPRD Jateng, harus naik kelas agar kaderisasi berjalan. Itulah yang mendorong saya maju ke tingkat DPR RI, tuturnya. (ida/bis)