Saksi Diminta Melapor

radarsemarang 29-03-18 19:20 otomotif

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG Aparat Polres Magelang Kota mulai menyelidiki insiden pelemparan batu terhadap bus tim Persikama Kabupaten Magelang, Minggu (25/3) lalu di Simpang Canguk. Langkah penyelidikan dilakukan setelah Polres Magelang Kota secara resmi menerima laporan dari tim Persikama, Selasa (27/3) lalu. Akibat insiden penyerangan ini, 2 pemain Persikama terluka kena pecahan kaca. Kasat Reskrim Polres Magelang Kota, AKP Rinto Sutopo menjelaskan, pihaknya masih meminta keterangan saksi dan mencermati CCTV di seputar Simpang Canguk. Kami baru mendapat laporan dari pihak Persikama ke sentra pelayanan Polres Magelang Kota, Selasa (27/3) sore kemarin. Jadi langsung kami tindaklanjuti, jelas Rinto, Rabu (28/3). Rinto berjanji akan mengusut tuntas insiden pelemparan batu rombongan bus Persikama oleh orang tidak dikenal tersebut. Karena memang sejak Minggu hingga Senin lalu, kami tidak ada laporan jadi sulit untuk menindaklanjuti. Kami segera menyelidikinya, tegasnya. Rinto juga meminta warga yang mengetahui insiden tersebut bisa melaporkan kepada kepolisian agar para pelaku bisa segera ditangkap. Kami pastikan akan kami tangkap para pelaku tersebut. Perwakilan Suporter Persikama Deka Prasetya menuturkan, pihaknya memang baru secara resmi, Selasa (27/3) lalu melaporkan insiden pelemparan batu rombongan bus Persikama ke polisi. Seperti diberitakan sebelumnya, dua pemain Persikama Kabupaten Magelang mengalami luka ringan saat bus yang mereka tumpangi dilempari sekelompok orang dengan batu di kawasan simpang Canguk Kota Magelang, Minggu (25/3) petang. Saat kejadian, Persikama baru saja pulang dari melakoni pertandingan perdana grup D kompetisi Liga 3 Jawa Tengah di kandang Persitema Temanggung yang berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Persikama. Manajer Persikama Sukardiyono Goodres menerangkan pelemparan batu dilakukan oleh sekelompok orang. Akibatnya kaca bus bagian samping pecah. Padahal sudah ada patwal dari pihak kepolisan, namun oknum tersebut tetap nekat melempar batu, katanya, Senin (26/3). Pelemparan batu tersebut masih terjadi hingga kawasan traffic light Blondo. Pihak penyerang diketahui menggunakan sepeda motor. Melain merusak bus, pecahan kaca juga melukai 2 pemain Persikama. (had/ton)