Digerebek, Penggali Liar Kabur

radarsemarang 08-01-14 00:00 travel

TEMANGGUNGPenggali pasir liar di lereng Gunung Sindoro kalang kabut berlarian setelah puluhan anggota Satpol PP Kabupaten Temanggung menggelar razia mendadak kemarin. Razia diadakan di kawasan penambangan Desa Kwadungan Gunung dan Desa Kruwisan Kecamatan Kledung. Para penggali yang terkejut berlarian tanpa sempat membawa peralatannya. Empat truk dan satu mobil bak terbuka ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya setelah mengetahui rombongan penegak perda tersebut memasuki kawasan galian. Kami melakukan razia di dua titik, masing-masing di Desa Kwadungan Gunung dan Desa Kruwisan. Setelah kami hampir tiba di lokasi, para penggali melihat kedatangan kami dan langsung berlarian, kata anggota Satpol PP Kabupaten Temanggung, Afandi. Dari razia tersebut, pihaknya menemukan sejumlah alat penggalian, empat mobil truk dan satu mobil bak terbuka di kawasan penggalian. Peralatan gali disita sementara kendaraan yang ditinggalkan tersebut hanya dicatat. Ini untuk menimbulkan efek jera, terangnya. Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Temanggung Budi Utomo mengatakan, dalam Perda RTRW Provinsi Jawa Tengah, di Kabupaten Temanggung tidak diperbolehkan adanya aktivitas galian C. Namun pihaknya tidak bisa berbuat lebih terhadap pelaku penambang pasir, karena alasan ekonomi. Mau bagaimana lagi kalau sudah urusannya dengan perut kami tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi yang kami tangkap hanya buruhnya saja. Dia tidak tahu aturan baku yang sebenarnya, yang diketahui oleh buruh hanya bekerja dan mendapatkan uang untuk memnuhi kebutuhan sehari-harinya,ujarnya. Sebenarnya kata Budi, Pemerintah Kabupaten Temanggung telah menutup semua aktivitas galian C yang ada, namun secara kucing-kucingan para penambang liar terus melakukan penambangan pasir. Setidaknya dalam seminggu sekali kami selalu melakukan pemantauan di lokasi eks galian C. Baru pada pemantauan yang terakhir kami dapati sejumlah aktivitas penambangan, sebelumnya tidak pernah ada sejak penutupan total beberapa tahun lalu, ungkapnya. Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Temanggung, Cukup Sudaryanto menambahkan, selain menyita beberapa peralatan penambang, pihaknya juga mendapati empat kendaraan truk dan satu kendaraan bak terbuka pengangkut pasir yang sedang berada di lokasi penambangan. Kendaraan kami tahan, tapi setelah kami berikan pembinaan kemudian kendaraan dan pengemudi kami lepas kembali, tuturnya. Pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan GP Ansor Temanggung dan lembaga terkait lainnya untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir. Penambangan pasir tidak akan pernah bisa dihentikan, tanpa kerja sama dengan pihak-pihak lainnya, terutama yang membidangi masalah tersebut dan masyarakat setempat, pungkasnya. (zah/lis)