Penyerahan SPT Bisa Sampai 21 April

radarsemarang 12-04-17 09:10 otomotif

WONOSOBO Direktorat Jenderal Pajak telah memundurkan batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) bagi wajib pajak orang pribadi sampai 21 April 2017. Seharusnya batas pengumpulan SPT tersebut sampai 31 Maret 2017. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Mikro Wonosobo Padmantya menginformasikan, wajib pajak yang membayar dalam waktu toleransi tidak akan dikenakan sanksi administrasi maupun denda. Namun, jika sampai waktu toleransi habis, wajib pajak belum melapor/menyetor, bakal dikenakan sanksi sebesar Rp 100.000. Itu untuk wajib pajak pribadi, seperti karyawan, bukan badan ataupun pemilik usaha, jelas dia di kantornya, Senin (10/4) lalu. Sementara untuk badan atau usaha, tidak ada toleransi penyerahan SPT, tetap selambat-lambatnya 30 April. Khusus badan atau pemilik usaha, selain harus melaporkan SPT tahunan, harus harus melapor tiap bulan atau biasa disebut SPT masa. SPT masa harus disetor paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Berdasarkan UU no 16 tahun 2009, tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, pajak yang harus ditanggung UMKM dengan omset di bawah Rp 48 miliar per tahun, pajaknya 1 persen. Makanya mumpung masih ada waktu, dimanfaatkan kesempatan yang ada ini, katanya. Mengenai tax amnesty yang telah berakhir 31 Maret lalu, dikatakan Padmantya, animo masyarakat untuk melaporkan kekayaannya diakui cukup tinggi. Bahkan, kata dia, hingga batas waktu yang ditentukan masih ada yang menanyakan tax amnesty. Kebetulan data riilnya kami kurang tahu pasti karena datanya ada di KPP Pratama Temanggung. Cuma kalau dilihat sekilas sambutannya cukup baik, ujarnya. Terhitung 1 Februari 2017, seluruh perpajakan sudah telah bisa dilayani di KPP Wonosobo. Ini sedang ujicoba jadi KPP mikro. Sudah bukan KP2KP lagi, jelasnya. (cr2/ton)