Peringati Hari jadi ke-72, Pemkot Solo Ziarah ke Makam Sejumlah Mantan Wali Kota

tribunnews 22-06-18 17:25 nasional

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo memperingati hari jadinya ke-72, 16 Juni 2018 lalu. Untuk memperingatinya, Pemkot Solo menggelar beragam kegiatan. Satu di antaranya adalah melakukan ziarah ke makam sejumlah mantan wali kota Solo yang telah meninggal. Dalam ziarah itu, ada empat makam yang dikunjungi oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Wawali Ahmad Purnomo, Sekda Kota Solo Budi Yulistianto dan lain-lain. googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); Di antaranya makam Wali Kota Solo pertama Sindoeredjo di TPU Kelurahan Sewu, Jebres Solo. Sindoeredjo menjadi Wali Kota Solo usai diangkat Komite Nasional Indonesia Daerah Kota Solo. Dia menjabat hingga 15 Juli 1946. Ziarah dilanjutkan ke makam mantan Wali Kota Solo ke-12 Soekamto Prawirohadisebroto, di TPU Bibis Kulon, Nusukan, Banjarsari Solo. Rombongan juga berziarah ke makam Mantan Wali Kota Solo ke-15 Slamet Suryanto, yang meninggal awal April lalu di TPU Bonoloyo. var unruly = window.unruly || {};unruly.native = unruly.native || {};unruly.native.siteId = 1082418; Ziarah berakhir di makam mantan Sekda yang juga mantan Penjabat Wali Kota Budi Suharto di TPU Pracimaloyo, Makamhaji, Sukoharjo. "Hari jadi Pemkot Solo jatuh pada Sabtu (16/6/2018) kemarin. Karena tanggal itu masih masa libur dan cuti, maka baru kita berziarah hari ini," terang Wali Kota Rudy. Menurut Rudy, sebenarnya masih ada beberapa makam Wali Kota Solo yang ingin pihaknya kunjungi. Namun beberapa makam Wali Kota Solo memang kesulitan dilacak olehnya. Maka ia meminta jajarannya agar segera menemukan makam mantan Wali Kota Solo yang yang lain. Ia membeberkan, ada sejumlah mantan Wali Kota Solo yang makamnya tak diketahui keberadaannya. Di antaranya R. Koesnandar dan Soemari Wongsopawiro. Sedangkan untuk makam mantan Wali Kota Solo lain seperti Hartomo menurut Rudy berada cukup jauh dari Solo, yakni berada di Temanggung. "Kami melakukan ziarah ini sifatnya untuk mengingatkan kepada seluruh jajaran. Jasa-jasa para pemimpin terdahulu ini jangan sampai dilupakan. Jasa mereka harus terus diingat dan dihargai," urai Rudy. (*)