Gencarkan Pasar Lelang, Stok dan Harga Cabai Stabil

jawapos 11-06-18 13:27 nasional

JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan pasar lelang komoditas pangan. Terlebih sepanjang Ramadan ini. Upaya itu dilakukan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan pasokan pangan. Salah satunya para lelang cabai di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Malang, Jawa Timur, sejak Rabu (6/6). "Pasar lelang memotong rantai pasok. Sehingga, harga di tingkat konsumen terjamin. Petani juga menikmati harga tertinggi dari penawar," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/6). Amran menambahkan, kegiatan diselenggarakan di Malang lantaran sentra cabai di Jawa Timur. Tanaman aneka cabai tersebar di sejumlah kecamatan. "Totalnya 6.000 hektare," jelas Amran. Di Kecamatan Ngantang, luas tanaman cabai rawit merah 600 hektare, Kecamatan Pujon 300 hektare, dan Kecamatan Karang Ploso 150 hektare. Sedangkan di Kecamatan Poncokusumo, masing-masing 150 hektare ditanami cabai merah keriting besar dan cabai merah besar. Sementara di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, merupakan sentra cabai rawit merah dengan luas tanam 400 hektare. Adapun petani menerapkan pola tanam tumpang sari dengan sayuran buncis dan tomat. Direktur Pengolahan & Pemasaran Hortikultura, Taufik Yasid mengatakan, sebagian besar lahan cabai sudah panen yang 8-10 kali. "Saat panen pertama, rata-rata sekali petik pada luasan 0,75 hektare mencapai enam kilogram dengan harga jual Rp27 ribu," jelasnya. "Produksi menjadi 58 kilogram saat panen kedua dan harga jual Rp23 ribu. Begitu pula panen berikutnya, menjadi 100 kilogram dengan harga Rp17 ribu serta 230 kilogram seharga Rp14 ribu per kilogram," lanjut dia. Sebelum Malang, kegiatan serupa diadakan di sejumlah daerah. Perinciannya, Sleman, Kulon Progo, Magelang, Karanganyar, Temanggung, Banyuwangi, Kediri, Siborong-borong, dan Cianjur. Untuk mengikuti lelang, petani sebelumnya membawa produknya ke pengelola pasar. Berikutnya, pengelola menginformasikan via pesan singkat (SMS). Harga yang ditawarkan sesuai wajar sesuai pasaran. "Penawaran pedagang yang masuk melalui SMS dengan harga tertinggi di atas harga dasar, sebagai pemenang," kata Yasid. Saat diluncurkan, harga di tingkat petani mencapai Rp21 ribu per kilogram. Tertinggi menembus Rp22.500 per kilogram. Menurut Yasid, lelang terselenggara dengan baik, apabila ada komitmen bersama antara petani dengan pedagang. Petani menyiapkan produknya. "Pedagang konsisten dalam menentukan harga jual yang saling menguntungkan," tukasnya.(ded/JPC)