PANTAUAN MUDIK: Dari Jalur Pantura Tegal Lengang hingga Pemudik Tersesat di Exit Tol Weleri

tribunnews 09-06-18 08:53 nasional

TRIBUNJATENG.COM - Pemandangan tak biasa tampak di jalur pantura Kota Tegal. Jalan dalam kota lengang, Jumat (8/6). Hanya tampak kendaraan roda empat yang melintas, itu pun berpelat nomor dalam kota. Wajar saja, lantaran sebagian besar kendaraan roda empat pemudik sudah melintas di ruas tol Brebes- Semarang yang baru dibuka Jumat pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Kondisi itu berbeda dibandingkan kemarin saat ruas tol Brebes-Semarang masih ditutup. Banyak kendaraan pribadi dari luar daerah, truk, dan bus yang memadati jalur arteri pantura itu. Baca: Ban Meletus! Mobil Pemudik Terbalik di Km 621+200 A Jalan Tol Caruban-Wilangan3 Luka Berat googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); Terpantau, beberapa u-turn atau ruang untuk berputar di dalam kota dibuka, bahkan u-turn yang kecil sekalipun. Padahal, awalnya, polisi akan menutupnya. Sejumlah kendaraan besar, semisal truk dan bus dialihkan ke jalur alternatif jalan lingkar utara (jalingkut) untuk menghindari lalu lintas dalam kota yang berpotensi terjadi kepadatan. var unruly = window.unruly || {};unruly.native = unruly.native || {};unruly.native.siteId = 1082418; Truk dan bus tidak diperbolehkan melintas ruas tol Brebes- Semarang, sehingga mereka keluar di pintu tol Brebes Timur (Brexit) dan melanjutkan menuju ruas pantura Brebes hingga Kota Tegal. Baca: Hati-hati Lewati Tol Brebes Timur-Semarang "Kemarin sangat padat, tapi hari ini sepi. Warga lokal jadi tidak was- was saat lewat di pantura ini," kata seorang pengguna jalan, Sugiyanto (38). Menurutnya, momen seperti itu jarang terjadi saat musim mudik Lebaran. Biasanya, kata dia, saat mudik, hampir setiap hari jalan dalam kota ramai kendaraan bahkan hingga terjadi kemacetan di beberapa titik dalam kota. "Kalau menjelang Lebaran kan banyak warga yang jalan- jalan beli ini beli itu, kebetulan pertokoan ada banyak di jalur pantura ini. Jadi, kalau mudik, kendaraan warga lokal sama pemudik campur aduk jadi macet," ujar warga Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal itu. Banyak pemudik tersesat Penerapan Contra flow arus mudik yang keluar Gringsing dan hendak masuk di pintu exit tol Weleri membuat sejumlah pemudik kebingungan. Terutama bagi para pemudik yang memiliki tujuan Temanggung, Wonosobo, Magelang dan Yogyakarta. Banyak juga pemudik yang menanyakan arah kepada polisi yang mengatur arus lalulintas. Bahkan tak sedikit juga mereka putar balik setelah masuk ke tol Semarang Batang dikarenakan tidak menemukan jalan menuju ke kota yang mereka tuju. Mereka tidak mengetahui jalan dan hanya mengikuti arus mudik yang masuk ke dalam tol Semarang Batang. Minimnya petunjuk arah bagi para pemudik membuat beberapa dari mereka tersesat masuk dalam tol. Saat sidak, Sekda Kendal Muh Toha meminta agar Dinas Perhubungan memberikan tambahan rambu petunjuk arah agar para pemudik tidak kebingungan. "Kasian para pemudik harus berhenti menanyakan arah kadang juga ada yang harus berputar balik karena tidak tahu jalan. Seperti tujuannya ke Yogyakarta seharusnya lewatnya diarahkan ke Pantura kemudian diarahkan ke Sukorejo. Tidak masuk tol," jelas Toha. Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya menambahkan makin siang jumlah kendaraan yang melintasi kendal mengalami kenaikan. "Karena hari ini merupakan hari terakhir kerja dan esoknya libur maka sebagian pemudik memutuskan mudik pada hari ini hal itu tampak dari peningkatan jumlah kendaraan yang melintas," pungkasnya. Tol Manyaran padat Peningkatan volume kendaraan telah terasa di ruas tol Semarang, Jumat (8/6). Pantauan Tribun Jateng, arus kendaraan telah memadati gerbang Tol Manyaran. Manager Traffic Jalan Tol PT Jasamarga Cabang Semarang, Irwan Danu mengatakan peningkatan arus lalu lintas terjadi pada pukul 10.00. Lonjakan arus lalu lintas diakibatkan setelah dibukanya jalur tol baru Brebes Timur pukul 06.00. "Peningkatan arus lalu lintas ini bisa kami atasi tidak ada antrean sampai satu kilometer. Antreannya normal hanya 600 meter," jelasnya. Menurut dia, antrean kendaraan yang dialami saat itu dikarenakan masih bercampur dengan truk. Oleh karena itu pihaknya mengatasinya dengan membuka delapan pintu tol (gate) dari gerbang Manyaran. "Dari Tembalang sempat kami buka konfigurasi enam dari arah Jatingaleh, dan empat dari arah Srondol," tuturnya. Diterangkannya, antrean kendaraan saat tadi pagi dari gerbang Manyaran mencapai 900 meter sedangkan dari arah Srondol arus kendaraan mengalami ketersendatan mencapai dua Kilometer. Dirinya memprediksi sore ini tidak akan terjadi peningkatan arus kendaraan. "Penambahannya saya prediksi besok (9/6) pagi terjadi peningkatan arus lalu lintas," tuturnya. Terkait tarif merata, kata dia, bertujuan untuk memberikan kelancaran dan kenyamanan bagi pengguna jalan tidak melakukan dua kali transaksi dalam waktu yang pendek. Berdasarkan keputusan menteri perberlakuan tarif merata akan dilaksanakan pada (9/6) pukul 00.00. " Untuk tarifnya Rp 5 ribu golongan satu, Rp 7500 golongan dua, Rp 7500 golongan tiga, Rp 10 ribu golongan empat,dan Rp 10 ribu golongan lima," paparnya. (rtp/mam/dap/pow)