Kedelai Turun, Cabai Melonjak

radarsemarang 26-12-13 00:00 travel

TEMANGGUNGMenjelang tahun baru, harga sejumlah komoditas pasar mengalami pasang surut. Harga kebutuhan pokok mendominasi kenaikan pada sejumlah komoditas, sementara harga bahan sayuran dan bahan dasar makanan mengalami fluktuasi yang sama. Ketidakstabilan harga diprediksikan masih akan terjadi hingga awal tahun mendatang. Harga kedelai sebagai komoditas bahan makanan industri, mengalami penurunan dari harga sebelumnya Rp 9.500 menjadi Rp 8.500 per kilogram. Hal ini disambut baik oleh para perajin tempe dan tahu. Suntoro, 45, perajin tahu dari Desa Kedu Kecamatan Kedu, mengatakan industri tahu dalam beberapa bulan lalu kurang lancar akibat terkendala akibat naiknya harga kedelai sehingga ongkos produksi membengkak. Di sisi lain daya beli masyarakat lemah. Pada saat itu dilematis antara memproduksi atau menghentikan produksi. Jika tetap berproduksi berarti terancam merugi, tidak berproduksi membuat pekerja kehilangan penghasilan, padahal menjadi andalan keluarga, katanya. Meski demikian mayoritas perajin tetap bertahan sambil menunggu turunnya harga kedelai. Turunnya harga sedikit melegakan para perajin karena bisa meminimalkan biaya produksi, sehingga produksi beranjak lancar dan ada sisa keuntungan. Meski demikian para perajin terus berharap harga kedelai kembali turun hingga kisaran Rp 8 ribu per kilogram. Fluktuasi harga kedelai jangan sampai selisih yang terlalu lebar. Harga normal kedelai yang pro dengan industri tahu adalah berkisar Rp 8.000 per kilogram, yakni antara Rp 7.800 hingga Rp 8.400 per kilogram, tandasnya. Sementara itu, harga cabai merah keriting di tingkat petani di Temanggung akhir pekan ini naik menembus angka Rp 23 ribu per kilogram. Sebelumnya hanya Rp15 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu minimnya stok di pasaran karena jumlah panenan mulai berkurang akibat tidak banyak yang menanam. Sudah dua minggu harganya naik terus, ini sangat membahagiakan bagi kami, kata Yanto, 28, petani cabai di Kelurahan Kowangan Kecamatan Temanggung. Hampir setiap hari harga cabai tersebut mengalami kenaikan, secara bertahap. Belakangan ini tuturnya, seiring musim hujan menyebabkan tanaman cabai tidak berbuah maksimal, bahkan sebagian mati membusuk. Akibatnya hal itu berimbas stok di tingkat petani minim sehingga memicu harganya melambung. Ia menuturkan kenaikan harga jenis cabai keriting tidak terjadi pada jenis rawit hijau yang harganya masih rendah Rp10 ribu per kilogram. Di tempat terpisah, petani cabai di Desa Bulu Kecamatan Bulu, Marno, 49, menuturkan, harga cabai sangat dipengaruhi ketersediaan barang dan kualitas.Ia mengatakan apabila panen bersamaan di semua wilayah maka harga akan anjlok namun jika banyak tanaman yang gagal panen karena tidak kuat diguyur hujan seperti pada saat ini harganya lumayan bagus. Faktor kualitas juga memengaruhi harga, apabila terserang penyakit atau hama bisa jadi mengurangi harga. (zah/lis)