Ganjar Pranowo Beri Solusi Setarakan Kualitas Tembakau Temanggung

tribunnews 16-04-18 22:30 nasional

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi Desa Giripurno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Senin (16/4/2018) malam. Politisi PDIP itu menghadiri acara Guyub Rukun Kadang Mbako Temanggung. googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); Acara tersebut digelar di gudang tembakau setempat. Ganjar mengatakan kebutuhan tembakau di Indonesia kurang. var unruly = window.unruly || {};unruly.native = unruly.native || {};unruly.native.siteId = 1082418; "Mereka (petani tembakau) berharap betul, dari sisi pelaksanaannya, Peraturan Menteri Perdagangan bisa dilaksanakan konsisten. Apa itu isinya? Isinya, seluruh panen tembakau biar bisa dibeli lebih dulu, setelah itu silakan impor," papar Ganjar. "Jangan sampai impor masuk bersamaan panen raya mereka. Itu akan membuat harga jatuh," tambahnya. Ganjar mengimbuhkan, persoalan selanjutnya adalah perbedaan harga tembakau masing-masing wilayah. Dia mencontohkan harga tembakau Temanggung mulai Rp 100-300 ribu. Sedangkan tembakau di Wonosobo Rp 35-50 ribu. "Saya tadi sempat cari tahu, ternyata beda harga itu disebabkan beda kualitas tembakau," tutur dia. Alumnus UGM itu berujar, ada beberapa faktor yang memengaruhi kualitas. Di antaranya, unsur tanah, cuaca, ketinggian dan cara budidaya. "Tembakau paling bagus Temanggung di Sumbing. Ini yang harus dicari. Ini nanti akan diteliti, supaya hasilnya bisa sama. Ini yang namanya ilmu," katanya. Selanjutnya, kata Ganjar, hasil penelitian itu akan diterapkan di sejumlah daerah penghasil tembakau berkualitas rendah, sebagai perbaikan.(*)