Gara-gara Luberan Bensin, Rumah Hardiyono Ludes Dilahap Si Jago Merah

tribunnews 12-03-18 08:23 nasional

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Hardiyono (49) warga Dusun Glethuk, Desa Getas, Kecamatan Kaloran harus merelakan rumahnya rata dengan tanah karena diamuk si jago merah, Minggu (11/3/2018) siang. Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Kaloran AKP Masudi menerangkan, kebakaran rumah tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 Wib. Karena kelalaian istri Hardiyono, Waltinah (45), yang lupa mematikan selang saat memindahkan bensin dari jerigen ke ember dan ditinggal memasak. googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); Sekitar pukul 12.15 Wib. Istri Hardiyono memindahkan bensin dari jerigen isi 20 liter ke ember ukuran 5 liter dengan menggunakan selang di dalam warung, kemudian Waltinah pergi ke dapur untuk memasak, sesaat kemudian Rujiati (28) tetangga korban melihat luberan bensin dalam warung, terang Mashudi. Waktu saya mau membeli bumbu dapur, saya lihat bensin meluber dari ember belum lama setelah saya panggil Waltinah, dari arah belakang rumah api langsung menyala dan merembet dengan cepat ke warung sehingga langsung menyambar ember dan jerigen yang berisikan bensin, kata Rujiati saat dimintai keterangan. Warga sekitar dibantu oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Getas, melakukan pemadaman api selama satu jam di Dusun Glethuk, Desa Getas, Kecamatan Kaloran harus merelakan rumahnya rata dengan tanah karena diamuk si jago merah, Minggu (11/3/2018) siang. (Humas Polres Temanggung) var unruly = window.unruly || {};unruly.native = unruly.native || {};unruly.native.siteId = 1082418; Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Kaloran, mengatakan api yang menyala diperkirakan dari tungku dapur yang berjarak 6 meter dari warung, sesaat setelah api menyala di warung, Waltinah langsung keluar dan minta tolong warga sekitar. Warga sekitar dibantu oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Getas, melakukan pemadaman api selama satu jam dan berhasil memadamkan api dengan peralatan seadanya, kata Mashudi. Lebih lanjut Mashudi menambahkan, rumah yang terbuat dari papan kayu dan angin yang kencang, menyebabkan rumah berukuran 12 x 9 meter persegi itu sulit dipadamkan dan akhirnya rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, akan tetapi kerugian materil diperkirakan mencapai Rp. 100 juta, pungkasnya.(HUMAS POLRES TEMANGGUNG)