Ratusan Buruh Pabrik Kayu Lapis Tuntut Hak Perlakuan Manusiawi

magelangekspres 22-02-18 07:17 nasional

TEMANGGUNG Lantaran gaji yang diterima oleh karyawan tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, ratusan buruh pabrik kayu lapis di Kabupaten Temanggung mengelar aksi demonstras. Unjuk rasa dilakukan di halaman pabrik pengolahan kayu lapis milik CV Adhi Hutama Karya, Rabu (21/2). Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Kehutanan Industri UMKM Perkayuan dan Pertanian dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBI) Temanggung ini, menggelar orasi di depan pabrik pengolahan kayu lapis yang selama ini dianggap tidak memberikan hak-hak buruh sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan pengawalan ketat petugas keamanan dari TNI dan Polri, ratusan buruh yang berasal dari berbagai pabrik ini menggunakan kendaraan roda dua dan empat menuju pabrik tersebut. Dalam orasinya, para buruh mengajukan berbagai tuntutan yang dianggap merugikan karyawan lantaran beberapa kebijakan perusahaan yang selama ini dinilai kurang manusiawi. Bahkan pihak pabrik selama ini belum pernah memberikan hak-hak karyawan sepenuhnya. "Selama ini para karyawan belum mendapatkan hak-haknya secara penuh, padahal mayoritas karyawan telah bekerja sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada di pabrik, ungkap Fatullah salah satu orator. Menurutnya, dari puluhan pabrik yang berdiri di Temanggung, masih ada perusahaan yang bergerak di bidang kayu lapis yang belum memenuhi hak normatif buruh. Hak-hak tersebut antara lain, sistem pemberian upah yang tak sesuai jam kerja sehingga melanggar Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003. Kemudian buruh tidak diberikan cuti, pemenuhan hak BPJS, gaji tak sesuai UMK hingga kebijakan perusahaan yang memecat karyawati yang mengajukan izin melahirkan. "Pihak perusahaan sama sekali belum merespon, padahal hal ini sudah berlangsung cukup lama, katanya. Ia menambahkan, atas berbagai pelanggaran tersebut, buruh berjanji akan terus mengawal permasalahan tersebut dan mengancam akan terus menggelar aksi demo apabila tuntutan tersebut tak segera dipenuhi. "Kami akan terus kawal hingga hak-hak kami bisa dipenuhi, tukasnya. Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Temanggung Suminar Budi Setiawan menegaskan bahwa setiap perusahaan yang beroperasi seharusnya wajib memenuhi aturan maupun hak buruh sesuai undang-undang yang berlaku. Apabila dugaan pelanggaran seperti yang ditudingkan para buruh benar, pihak pemerintah tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan terkait, katanya. Ia menambahkan, guna menghindari terulangnya masalah tersebut, pihaknya berjanji akan terus menerjunkan tim pengawas dan monitoring secara berkelanjutan ke seluruh perusahaan yang tercatat beroperasi di Temanggung. Pengawasan akan kami lakukan lebih ketat, dengan harapan kasus-kasus seperti ini kedepan tidak terjadi lagi, harapnya. (set)

Berita Terkait