Maju Pilkada Harus Siap Tekor

radarsemarang 20-02-18 19:00 travel

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG Jajaran TNI dan Polri di Kabupaten Temanggung menggelar apel sinergitas tanpa batas di halaman Gedung Pemuda Temanggung, Senin (19/2) pagi. Apel ini untuk menciptakan suasana sejuk saat memasuki masa kampanye Pilkada Bupati-Wakil Bupati Temanggung dan Gubernur-Wakil Gubernur tahun 2018. Selain personel Polres Temanggung dan Kodim 0706/Temanggung, apel juga diikuti Ketua KPU Temanggung, Ketua Panwaslu Temanggung, tokoh masyarakat, pemuka agama serta dua dari tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Temanggung, yakni pasangan Bambang Sukarno-Matoha dan Haryo Dewandono-Irawan Prasetyadi, sedangkan pasangan HM Al Khadziq-Heri Ibnu Wibowo tidak menghadiri apel tersebut. Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata soliditas sebagai anggota TNI-Polri yang netral dalam pilkada. Kami tidak ikut perahu pilkada mau ke mana, tetapi kami netral menjaga bangsa ini, menjaga Kabupaten Temanggung sehingga pelaksanaan pilkada baik pemilihan gubernur maupun pemilihan bupati dapat terlaksana dengan damai, lancar dan sukses, kata Wiyono. Wiyono menuturkan, pelaksanaan pilkada yang damai, lancar dan sukses, diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang amanah sehingga 5 tahun ke depan bisa membawa Kabupaten Temanggung ini ke arah yang lebih baik. Jadikan momen pilkada sebagai alat pemersatu, jangan sampai masyarakat terkotak-kotak dan jangan sampai ada perpecahan, pintanya. Dandim 0706/Temanggung Letkol Arm Yusuf Setiaji juga meminta kepada pasangan calon, tim sukses dan masyarakat Temanggung pada umumnya untuk bersama-masa berkomitmen menciptakan suasana damai dalam proses Pilkada ini. Kalau mau menang dengan cara-cara terhormat, jangan dengan cara mengadu domba, pintanya. Yusuf yakin, pasangan calon yang maju pilkada itu sudah tahu risikonya. Kalau tidak siap mental, tidak usah maju dalam pilkada. Kalau kalah tentu tekor itu sudah risiko, jangan salahkan kami dan jangan membuat ribut. Kalau kalah meninggalkan utang itu risiko, maka kalau tidak yakin, tidak usah maju saja, tegasnya. (san/ton)