Harga Beras Naik, Bulog Gelar OP

radarsemarang 13-01-18 15:30 nasional

Hingga 31 Maret mendatang, kami menarget mampu menyalurkan beras dalam OP beras hingga 4.000 ton. Sony Supriyadi, Kepala Perum Bulog Sub Divre Wilayah V Kedu RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG Perum Bulog Sub Divre Wilayah V Kedu kini berupaya memperluas operasi pasar (OP). Hal itu dilakukan, karena harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani saat ini masih tinggi, sehingga memicu kenaikan harga beras. Kepala Perum Bulog Sub Divre Wilayah V Kedu Sony Supriyadi mengatakan, informasi dari sejumlah mitra kerja Bulog, harga GKP saat ini di kisaran Rp 6.000 per kg. Pada posisi harga gabah tersebut, maka diperkirakan harga beras tidak akan kurang dari Rp 12.000 per kg. Untuk menyikapi hal tersebut, kami akan memperluas OP beras agar harga beras relatif stabil, ujar Sony di kantornya, Kamis (11/1). Bulog telah menyalurkan beras dalam OP sejak Jumat (5/1) lalu. Berdasarkan catatannya, hingga saat ini beras yang digelontorkan sudah mencapai 400 ton ke enam kabupaten/kota di wilayah eks-Karesidenan Kedu. Penyaluran beras OP melalui 15 mitra kerja Bulog pada jaringan-jaringan pedagang di bawah mereka. Hingga 31 Maret mendatang, kami menarget mampu menyalurkan beras dalam OP beras hingga 4.000 ton, ungkapnya. Pantauan koran ini, harga beras di pasaran terus mengalami kenaikan. Penyebabnya antara lain karena kekurangan pasokan beras. Untuk memenuhi kebutuhanya, para pedagang terpaksa mencari pasokan beras ke daerah lain. Luluk Awaliyah, 40, pedagang beras di Pasar Kliwon Temanggung mengaku sulit mendapat pasokan beras, sehingga dia harus mencari hingga ke daerah Sragen. Saya menjual beras dengan harga Rp 12.000 12.500 per kg, naik dari sebelumnya Rp 11.000 11.500 per kg, ucapnya. Faizun, 25, salah seorang konsumen mengaku mendapatkan beras kualitas super seharga Rp 12.200 per kg dalam pembelian secara grosir. Biasanya saya beli dengan harga kisaran antara Rp 10.600 11.200 per kg, kini sudah mencapai Rp 12.200 per kg, akunya. (san/ton)