Utamakan Pengabdian ke Masyarakat

radarsemarang 05-01-18 15:00 properti

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) serta universitas kelas dunia, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) diminta untuk mengutamakan pengabdian kepada masyarakat dengan basis hasil riset inovasi. Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan, untuk mengasah jiwa kerakyatan, KKN juga menjadi sarana untuk menguji hasil riset di tengah masyarakat. KKN tidak hanya sekedar membangun gapura, penyediaan tempat sampah, packaging dan labeling produk tapi harus ada sentuhan teknologi yang diterapkan supaya menghasilkan sesuatu yang memiliki manfaat jangka panjang. Sebelum KKN para mahasiswa ini telah dibekali materi tentang suatu permasalahan yang ada di sebuah daerah untuk kemudian dianalisis. Jadi KKN ini untuk mengejawantahkan ilmu yang didapat di bangku kuliah, katanya. Rektor juga menyampaikan kepada para mahasiswanya untuk dapat menjaga keselamatan dirinya saat pelaksanaan KKN. Yos juga menegaskan peserta untuk mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku serta bersikap sopan dan santun. Harus bisa menyesuaikan dengan adat istiadat setempat dan terpenting adalah menjaga nama baik almamater Undip, tegasnya. Dijelaskan oleh Kepala P2KN Edy Prasetyo, kegiatan KKN Undip TIM I TA 2017/2018 ini diselenggarakan selama 42 hari yang terhitung sejak 3 Januari 2018 hingga 15 Februari mendatang. Nantinya, selama minggu pertama para mahasiswa akan melakukan survey dan observasi untuk pendahuluan. Jumlah peserta KKN secara keseluruhan yakni sebanyak 3.006 mahasiswa yang terbagi dari 45,75 persen putra, sementara mahasiswi sebanyak 54,25 persen. Ada sekitar 8 wilayah penerjunan yakni Kabupaten Jepara, Pati, Grobogan, Temanggung, Kendal, Pekalongan, Pemalang dan Semarang. Tersebar di 32 kecamatan dan 350 desa. Jadi jumlah peserta KKN pada setiap desanya ada sekitar 8 sampai 9 mahasiswa, imbuhnya. Kepala Humas Undip Nuswantoro mengatakan, Undip kini memfasilitasi mahasiswanya dengan menyediakan bus dan truk. Hal itu dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan yang dapat berakibat fatal saat mahasiswa berkendara menuju ke lokasi penerjunan. Kita sediakan 34 bus dan 34 truk. Untuk KKN tim I ini ada 1.503 sepeda motor, mahasiswa juga jadi lebih nyaman, pulang pergi semua diantar, katanya. (tsa/ric)