Harga Bawang Merah Anjlok, Disperindag Pemprov Jateng Wajib Bergerak Cepat

tribunnews 04-01-18 17:21 ekonomi

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga Komoditi bawang merah yang sempat anjlok beberapa waktu lalu membuat para petani mengalami keresahan. Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melakukan langkah cepat menanggulanginya dengan berbagai macam cara yang telah dipersiapkan. googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng Arif Sambodo mengatakan panen raya secara besar-besaran di sejumlah kabupaten seperti Brebes, Temanggung, Demak, Boyolali, Tegal serta Grobogan menyebabkan turunnya harga bawang merah di titik terendah. Selain panen yang melimpah, turunnya harga bawang merah dipicu oleh curah hujan yang tinggi menyebabkan kualitas kurang bagus untuk dijual. var unruly = window.unruly || {};unruly.native = unruly.native || {};unruly.native.siteId = 1082418; "Kami dari Pemerintah Provinsi Jateng melakukan berbagai upaya, salah satunya bekerjasama dengan Bulog untuk menyerap bawang merah dengan harga Rp 14.000/kg sesuai dengan perintah dari Kementrian Pertanian untuk penyerapan kali ini," ujarnya, Kamis (4/1/2018). Baca: Saking Takutnya Bakal Diracuni, Presiden Trump Sampai Bertingkah seperti Ini Selain itu, Dinperindag Provinsi Jawa Tengah juga bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri memerintahkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia untuk membantu menyerap bawang merah dengan harga yang menguntungkan bagi para petani. Kemudian Bank Indonesia juga turut membantu penyerapan, dengan membeli bawang merah untuk dijual ke PD Pasar Jaya. Bahkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jateng juga turut membantu membeli sebanyak 13 ton dengan harga Rp 18.000 perkilogramnya. Menurutnya Kabupaten Brebes, menjadi penyumbang terbanyak produksi bawang merah dengan angka 80 persen untuk tingkat Provinsi Jateng, serta 30 persen dalam skala nasional. "Serapan bawang merah cukup banyak untuk menanggulangi anjloknya harga bawang merah seperti Bulog hingga saat ini sudah menyerap 65 ton, sementara Untuk BI akan menyerap 4 ton yang akan dibawa ke PD Pasar Jaya DKI Jakarta," tambahnya. Dalam sekali panen Arif mengungkapkan, petani Kabupaten Brebes bisa menghasilkan 77 ton bawang merah siap jual dengan berbagai macam kualitas bawang merah. Pemerintah provinsi juga melakukan upaya penyerapan bawang merah, melalui ekspor ke sejumlah negara terutama beberapa negara kawasan Asia sebagai pasar yang cukup potensial. Harga bawang merah beberapa pasar di Kota Semarang mengalami kenaikan harga sekitar Rp 5.000/kg. Pedagang sayuran di Pasar Peterongan, Hana menuturkan jika dirinya menjual bawang merah di kisaran Rp 20.000/kg. "Harga bawang merah naik karena kualitas bawang juga menurun dibandingkan beberpa pekan yang lalu namun permintaan pasar terhadap bawang masih tinggi. Saat di tengkulak saya pilih dahulu bawang yang memiliki kualitas baik sebelum saya jual ke pelanggan," ujarnya. Selain itu, pedagang sayuran di Pasar Gayamsari Semarang, Rusdiyah mengungkapkan jika harga sayur-sayuran relatif meningkat dibandingkan bulan lalu. "Bulan lalu saya menjual bawang merah dikisaran Rp 15.000/kg dan bawang putih Rp 14.000/kg namun sekarang naik rata-rata menjadi Rp 20.000/kg," pungkasnya.(*)