Berburu dari Tebing hingga Tepi Sungai

smcetak 04-01-18 00:00 nasional

TANAMANhias yang satu ini terkenal dengan ukurannya yang mungil. Bonsai namanya. Tak sedikit orang yang menjadikannya sebagai pemanis hunian mereka. Tak heran, jika tanaman yang memiliki beragam jenis ini masuk dalam kategori tanaman hias. Hal inilah yang mendorong Slamet (49) untuk berbudi daya tanaman hias tersebut. Beralamat di Jalan Kuwasen Rejo RT04/IV, Pongangan, ia mengembangkan usahanya. Saya berkutat di dunia perbonsaian sudah sepuluh tahun lebih. Mencari bahan sendiri dan merawatnya, ujar pria dua anak itu, Rabu (3/1). Ia mengungkapkan, untuk mendapatkan bahan dilakukannya dengan terjun langsung ke alam bebas. Ada beberapa cara mendapatkan bahan bonsai selain di alam bebas, yakni memperbanyak dengan cara mencangkok serta menanamnya dari biji. Namun, penanaman dengan biji dirasa terlalu lama perkembangannya. Kalau saya, mencari langsung di alam bebas dan mencangkok. Biasanya saya mencari di daerah Singorojo, perbatasan Kendal-Boja-Temanggung. Wilayah yang saya jangkau itu biasanya di tebing-tebing dan di tepi sungai. Wilayah tersebut tidak tersentuh orang jadi bahannya bagus-bagus, ujar Slamet. Di Indonesia ada beragam jenis bonsai mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis. Hal tersebut menjadikan perbendaharaan bonsai yang bermacammacam. Mulai dari serut (streblus asper), murbei (morus alba), kemuning (murraya paniculata), anting putri (wrightia religiosa), cemara udang (casuarina equisetifolia), beringin (ficus indica), dan masih banyak lagi. Jenis beringin pun masih dibagi menjadi beberapa macam. Penjualan bonsai pun bisa dilakukan di mana saja. Seperti pameran-pameran rutin yang menyediakan stan bonsai, koneksi dari rekan-rekan, hingga sistem barter. Setelah mendapat bahan, ia menjaganya agar tetap hidup. Akan sia-sia jika sudah jauhjauh mencari ketika sampai rumah malah mati. Ia memfokuskan menanam di pot atau polybag, selanjutnya baru proses pembentukan. Tak Bisa Dipatok Adapun harga jual bonsai tidak bisa dipatok, bergantung dari ukuran, karakter, serta aliran kriteria bonsai. Aliran kriteria bonsai ada dua, yaitu Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dan Asosiasi Klub Seni Bonsai Indonesia (Aksisain). Keduanya memiliki patokan yang berbeda. Media tanam bonsai yang saya gunakan itu bahannya campuran, yaitu campuran dari pasir, tanah, kompos, dan pupuk kandang. Untuk mengurangi padatnya media biasanya ditambahkan sekam, ungkap Slamet. Penyiraman bonsai dilakukan tiap dua hari sekali. Ada baiknya dilakukan sekitar pukul 09.00 atau sekitar 16.00-16.30. Kawasan Kuwasen Rejo ini rencananya akan dijadikan kampung tematik sentral bonsai. Kemarin sudah disurvei pihak kecamatan. Semoga segera diresmikan, ujar dia. Ia berharap bonsai Indonesia dapat berkembang, sehingga bisa bersaing dengan negara lain, seperti Jepang, Tiongkok, dan Thailand. Dengan demikian perbonsaian di Indonesia akan semakin dikenal dunia. Seni bonsai berasal dari miniaturisasi tanaman yang disebut penjing dari periode Dinasti Tang. Dapat diartikan pula bonsai adalah tanaman yang dikerdilkan dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar di alam bebas. Bakal bonsai memang banyak ditemukan di sungaisungai dan tebing yang belum banyak dijangkau oleh orang. Adapun nama bonsai diambil dari pelafalan bahasa Jepang penzai.(Resla Aknaita Chak-38)