Mirip Orang Kesurupan, Pelajar SMP di Temanggung Ketahuan Konsumsi Pil PCC

kompas 06-12-17 22:45 nasional

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Seorang pelajar SMP di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kedapatan mengonsumsi pil paracetamol caffeine and carisoprodol (PCC). Hal itu diketahui setelah remaja laki-laki itu tiba-tiba berperilaku tidak wajar dan histeris. Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung. Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Temanggung Sony Hendrawan mengungkapkan, kasus yang baru muncul pertama kali di Temanggung itu terungkap setelah BNNK menerima laporan dari pihak sekolah korban. Korban ditemukan dalam keadaan tidak terkontrol saat hendak mendukung tim sepak bolanya pada pertandingan antar-SMP di Lapangan Danupayan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, belum lama ini. "Kata teman-temannya, korban tiba-tiba tidak mau masuk lapangan, dia berubah seperti orang kesurupan. Lalu korban diantar ke RSUD Temanggung oleh pihak sekolah dan orangtuanya," kata Sony, di kantor BNNK Temanggung, Rabu (6/12/2017). Saat dirawat di rumah sakit itu, lanjut Sony, ditemukan satu butir pil PCC dengan kode huruf Y di saku celananya. Selain itu, dari hasil pemeriksaan medis, dalam tubuh korban juga mengandung zat obat terlarang golongan G tersebut. Sony melanjutkan, setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, korban diperbolehkan pulang. Gurunya lalu mencoba bertanya perihal pil PCC itu kepada korban. Ternyata korban mengakui bahwa pil itu miliknya.  "Dia mengaku diberi oleh seseorang yang dia tidak kenal saat di luar Lapangan Danupayan. Diberi gratis, teman-teman lainnya juga ditawari pil itu," ungkap Sony. Sejauh ini, pihak BNNK belum mengetahui identitas pemberi pil PCC gratis kepada pelajar tersebut. Laporan dari kepala sekolah bahwa siswa yang diberi PCC gratis itu dalam catatan sekolah tergolong siswa tidak nakal. "Dari kasus ini membuktikan bahwa muncul fenomena peredaran pil PCC sudah menyasar para pelajar di wilayah ini tanpa pandang bulu, apakah dia nakal atau biasa-biasa saja. Modusnya pelaku memberinya secara cuma-cuma alias gratis, bahkan dipaksa hingga dicekoki," tandas Sony. Pihaknya juga mendapat laporan ada pelajar SMP yang tinggal bersama kakeknya di Desa Jamusan, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Pelajar pindahan dari Bogor itu telah menjadi korban perundungan oleh teman-temannya dengan cara dicekoki pil ekstasi dan sabu. Kepala BNNK Temanggung AKBP Renny Puspita menambahkan, dari dua kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa peredaran narkoba di wilayah ini cukup memprihatinkan. Pihaknya akan terus mengungkap dan mencegah peredaran barang haram tersebut.  "Kami berkomitmen untuk mengungkap serta melakukan upaya pencegahan. Kami juga imbau masyarakat untuk waspada, perbanyak informasi tentang obat-obatan maupun jenis psikotropika yang membahayakan manusia. Jika ada yang sudah menjadi korban, jangan takut untuk datang kepada kami. Kami akan rehabilitasi gratis," ujar Renny. [ads]

Berita Terkait