Gerindra-PKS-PAN Bakal Berkoalisi dalam Pilkada Temanggung

antarajateng 16-10-17 20:21 lain-lain

Temanggung, ANTARA JATENG - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) bakal berkoalisi untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Kabupaten Temanggung 2018. Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Temanggung Utoyo Wisnu Putro di Temanggung, Senin, mengatakan saat ini Gerindra hanya memiliki empat kursi di DPRD Kabupaten Temanggung sehingga harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati mendatang. "Secara kelembagaan kami sudah berkoordinasi dengan PKS dan PAN, pertemuan sudah rutin kami lakukan dengan kedua partai tersebut," katanya. Namun, katanya pihaknya belum bisa menentukan siapa yang akan diusung menjadi calon bupati dan wakil bupati. Partai Gerindra bersama PKS dan PAN masih berkomitmen untuk berkoalisi secara kepartaian dulu. Ia menuturkan sudah ada dua nama yang mengajukan diri untuk mencalonkan sebagai bupati dan wakil bupati melalui Gerindra. Dua orang tersebut yakni Cuk Sugiarto warga Kaloran mantan pegawai Telkom dan Heri Ibnu Wibowo dari aparatur sipil negara (ASN). "Dua orang tersebut baru melamar ke Gerindra, tetapi belum tentu dua partai yang berkoalisi dengan kami setuju mengusung kedua orang tersebut," katanya. Ketika ditanya apakah koalisi yang dibangun oleh Geindra ini akan merujuk ke dua calon bupati yang sudah mencalonkan melalui partai lain, dia mengatakan sampai saat ini pihaknya bersama PKS dan PAN belum mengarah pada suatu nama. Ia menegaskan koalisi yang dibangun dengan PKS dan PAN masih berkonsentrasi membentuk gerbong partai lebih dulu. Memang dengan berkoalisi dengan PAN dan PKS sudah memenuhi syarat untuk mengajukan bakal calon bupati dan wakil bupati, namun koalisi ini belum mengarah ke situ. Dia memang secara terbuka tidak melakukan penjaringan bakal calon bupati maupun wakil bupati dan hanya mengumumkan secara tertutup saja. Ia mengatakan Partai Gerindra diberi kewenangan untuk mengusulkan nama-nama bakal calon, namun pihaknya tidak punya kewenangan untuk memutuskan siapa yang akan maju dalam pilkada mendatang.